31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

5 Pasar Hewan di Pati Ditutup Mulai Hari Ini, Ada Beberapa Pedagang yang Kecele

BETANEWS.ID, PATI – Mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak, Pemerintah Kabupaten Pati menutup lima pasar hewan mulai hari ini, Kamis (2/6/2022) hingga Kamis (16/6/2022). Lima pasar hewan itu adalah Pasar Wage, Winong, Tayu, Jaken, dan Wedarijaksa.

Berdasarkan pantauan Betanews.id di Pasar Wage yang terletak di Jalan Raya Pati-Kudus, Kecamatan Margorejo, tempat tersebut terlihat sepi. Di sana sudah tidak ada hewan yang diperjualbelikan. Di pintu masuk juga sudah terpasang pengumuman bahwa pasar ditutup dari tanggal 2-16 Juni 2022.

Meski sudah ada pemberitahuan sebelumnya, tapi menurut Staf Pasar Hewan Wage, Busroin, masih ada satu dua pedagang yang datang dan kecele. Mereka mengaku belum mengetahui bahwa Pasar Wage ditutup untuk sementara waktu.

-Advertisement-

Baca juga: Cegah Penularan PMK, 4 Pasar Hewan di Pati Ditutup Selama Dua Pekan

“Sudah ada surat edaran kemarin, sebagian besar sudah tahu. Tapi memang ada satu dua yang tidak tahu,” ungkapnya ditemui di lokasi, Kamis (2/6/2022).

Selama penutupan, pihaknya akan ada melakukan sterilisasi pasar dengan menyemprot disinfektan. Hal ini sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit PMK secara masif di pasar-pasar hewan Pati.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mendukung langkah Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) yang bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Pati serta pihak lainnya dalam menutup pasar hewan. Dia khawatir, bila Pati tidak secepatnya melakukan antisipasi, penyebaran PMK akan semakin ganas.

Baca juga: Meski PMK Mewabah, Harga Ternak untuk Kurban di Kudus Malah Naik Tinggi

“Jangan sampai Rembang (pasar hewan) ditutup, Blora ditutup, Kudus ditutup, Jepara ditutup, jadi Pati jangan sampai menjadi penimbun PMK. Sementara kita tutup dua minggu untuk mengantisipasi,” ungkapnya saat dimintai keterangan di Pendapa Kabupaten Pati.

Apalagi peternak hewan di Pati cukup banyak. Haryanto tidak ingin warganya yang ingin berbisnis hewan ternak malah rugi karena penyakit ini.

“Kalau tidak kita antisipasi, malah merugikan warga. Inginnya untung banyak, tapi malah jadi rugi. Jadi jangan sampai,” tegasnya mengakhiri.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER