Jual Buah Rugi Rp 100 Juta, Sugi Tak Kapok dan Kini Sukses Jual Ikan Hias dan Akuarium

SEPUTARKUDUS.COM, MIJEN – Di tepi Jalan Kudus-Jepara Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus tampak sebuah rumah dengan pagar tertutup aneka gambar ikan. Di dalamnya tampak beberapa orang pengunjung sedang memandangi sejumlah ikan hias di dalam akuarium. Sebagian dari mereka terlihat ada yang membeli ikan hias beserta pakannya. Tempat tersebut merupakan tempat penjualan ikan hias milik Sugianto (36).

Ikan hias koleksi Sugi 2017_3_15
Ikan hias koleksi Sugi

Kepada Seputarkudus.com, Sugi, begitu ia akrab disapa, sudi berbagi penjelasan tentang usahanya. Dia menceritakan, mulai usaha berjualan ikan hias sejak tahun 2010. Sebenarnya usaha tersebut mulanya untuk sambilan dan kegiatan istrinya. Saat itu Sugiyanto masih bekerja di diler sepeda motor di Kudus. namun karena usaha ikan hiasnya lambat laun semakin laris serta banyak permintaan, istrinya kewalahan melayani pelanggan.

Baca juga: Sukses Jual Ikan Hias Sugi Berinovasi Membuat Aquascape, Pelanggan Bertambah Banyak

-Advertisement-

“Di sela rutinitas bekerja aku harus membantu istri berjualan ikan hias. Karena lambat laun usaha ikan hias semakin ramai pembeli dan aku tidak bisa membagi waktu antara dua pekerjaan, tahun 2004 aku memutuskan keluar dan fokus ke usaha penjualan ikan hias bersama istriku,” ungkap pria yang akrab disapa Sugi, beberapa waktu lalu.

Pria yang menjadikan rumah sekaligus tempat usaha itu mengatakan, sebenarnya setelah menikah pada tahun 2008, sebelum membuka usaha ikan hias dia bersama istrinya membuka usaha sambilan dengan berjualan aneka buah. Namun buah yang dia jual tidak begitu laku dan jarang pembeli. Hingga dalam tempo satu setengah tahun dia mengaku rugi hingga Rp 100 juta.

“Setelah babak belur berjualan buah, aku mulai buka usaha berjualan ikan hias dan akuarium karena terinspirasi mertuaku yang memiliki usaha serupa dan sangat laris. Dengan sisa-sisa uang yang ada, aku dan istriku nekat mulai berjualan ikan hias dengan harapan bernasib mujur seperti mertuaku,” ungkapnya.

Saat pertama berjualan, katanya, di tempatnya tersebut hanya ada beberapa jenis ikan hias dan segelintir akuarium. Menurutnya, hal tersebut berbanding terbalik dengan sekarang, di mana tempat usahanya itu tampak penuh dan sesak berisi akuarium berisi aneka hias.

Dia mengatakan, menjual aneka hias mulai dari ikan koi, koki discus dan lain sebagainya. Untuk ikan koi dia jual mulai Rp 5 ribu per ekor. Sedangkan ikan koki dijual mulai Rp 3 ribu per ekor, discus mulai Rp 65 ribu, louhan mulai Rp 10 ribu per ekor, serta ikan hias lobster red devil mulai Rp 7500 per ekor.

“Selain menjual ikan hias tersebut, aku juga menjual beberapa jenis ikan arwana, di antaranya, arwana brasil, jaridin atau papua, pino, dan red banjar. Aku juga biasanya menjual arwana jenis golden red dan super red. Khusus Untuk dua jenis arwana yang aku sebut terakhir harganya sampai Rp 1,2 juta per ekor,” jelasnya.

Dia menuturkan, selain menjual aneka ikan hias, dirinya juga menjual pakan ikan dengan harga mulai Rp 3 ribu perkemasan. Ada juga rumput sintetis yang dia jual mulai Rp 15 ribu, aneka macam serok ikan berbagai macam ukuran, filter kolam. Dan tentunya akurium yang dia lepas mulai harga Rp 70 ribu. Menurutnya, selain melayani pembelian ecer, dia juga melayani pembelian grosir untuk semua dagangannya.

“Aku bersyukur usaha ikan hias yang mulanya hanya untuk sambilan sekarang lumayan berkembang dan sudah memiliki banyak pelanggan. Bahkan setiap bulan aku bisa menjual sekitar 20 ribu ekor,” ujar Sugi yang mengaku pelanggannya tidak hanya dari Kudus saja melainkan seluruh Karesidan Pati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER