31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

PMI Kudus Menunda 5 Siswa SMA 1 Bae yang Akan Melakukan Donor Darah, Ada Apa?

SEPUTARKUDUS.COM, NGEMBALREJO – Di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMA 1 Bae, Kudus, tampak seorang perempuan mengenakan baju batik sedang sedang mengkur tensi darah siswa, Rabu (8/3/2017) pagi. Selain itu dirinya juga mengetes golongan darah siswa tersebut. Perempuan itu tak lain adalah Kepala Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus, Praptiningsih (50). Menurutnya, PMI Kudus telah menunda sekitar lima siswa di sekolah tersebut yang hendak mendonorkan darahnya.

Donor darah untuk menambah stok di Kudus 2017_3_10
Donor darah untuk menambah stok di Kudus. Foto Ahmad Rosyidi

Prapti, begitu dia akrab disapa, sudi berbagi penjelasan kepada seputarkudus.com, tentang penundaan tersebut. Penundaan itu dilakukan pada pendonor bergolongan darah AB. Menurutnya, stok golongan darah AB di PMI masih cukup banyak. Prapti memilih menunda karena dia khawatir darah yang didonorkan bisa kedaluwarsa. Karena darah simpan di PMI hanya mampu bertahan selama 35 hari.

Baca juga: Ricky Berteriak Saat Melihat Jarum Suntik, Setelah Darah Mengalir Dia Justru Merasa Geli

-Advertisement-

“Kami lebih memilih menunda pendonor dengan golongan darah AB, karena dalam dua pekan ini jarang dibutuhkan dan persediaan masih cukup banyak. Lebih baik kami tunda, daripada nanti darahnya expired kalau tidak digunakan selama 35 hari. Sekarang kebetulan AB lebih jarang dibutuhkan,” terang ibu empat anak itu.

Meski Prapti menunda sekitar kurang lebih 5 siswa yang golongan darahnya AB, dia mengungkap masih ada 56 siswa sekolah menengah atas (SMA) Bae, Kudus yang bisa ikut mendonorkan darahnya. Kegiatan donor darah yang dilakukan di SMA 1 Bae, Kudus itu menjadi kegiatan rutin PMI Kudus. “Ini kegiatan rutin kami yang bekerjasama dengan pihak sekolah. Biasanya setiap tiga bulan sekali, tetapi kalau ada halangan ya bisa mundur,” ungkap warga Desa Purwosari, Kota Kudus itu.

Darah yang didonorkan, kemudian akan diuji agar diketahui pendonor dalam keadaan sehat atau tidak. Jika ditemukan penyakit misalnya Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, Sifilis atau Malaria, pendonor akan diberi surat tentang hasil uji darahnya. Agar pendonor tahu dan melakukan proses pemeriksaan, serta perawatan lebih lanjut.

Perempuan yang sudah hampir 30 tahun bekerja di PMI Kudus itu juga merinci jumlah setok darah di PMI Kudus yang masih tersedia. “Persediaan yang kami miliki saar ini, untuk golongan darah A ada 210 kantong, B 171 kantong, AB 83 kantong, dan O 210 kantong. Selain itu juga ada darah yang masih dikarantina, ada 33 kantong. Darah karantina yaitu darah yang belum diperiksa,” jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER