BETANEWS.ID, KUDUS – Potongan limbah kayu jati dan styrofoam terlihat berserakan di ruang tamu rumah di Dukuh Pondok, Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Di sana, seorang pria tampak sedang merangkai dua bahan itu untuk menjadi sebuah kaligrafi. Di tangan pria bernama Safiq Afandi itulah, dua barang tak terpakai tersebut bisa disulap menjadi kerajinan yang sangat memukau.
Menurut pengakuannya, Safiq memangsudah jatuh cinta dengan kaligrafi sejak kecil. Bahkan, dari seni Islam itu juga, dia menggantungkan rezeki keluarganya setelah menikah. Jika dulu hanya menulis kaligrafi di kanvas, sekarang ia mulai membuat kaligrafi dengan memanfaatkan limbah.

“Pengembangan kaligrafi memanfaatkan limbah kayu jati dan styrofoam itu saya lakukan sejak 2019. Hal itu saya lakukan supaya menghasilkan karya yang beda dari yang lain,” ujar pria yang akrab disapa Safiq kepada Betanews.id, Rabu (20/4/2022).
Baca juga: Tekuni Kaligrafi Sejak Belia, Kaligrafi Karya Sururi Pernah Diekspor ke Cina
Pria berusia 42 tahun itu mengatakan, alasan lain membuat kaligrafi dari limbah kayu jati dan styrofoam itu tentunya untuk mengurangi sampah. Apalagi saat ini sampah masih menjadi permasalahan bagi pemerintah.
“Faktor lainnya tentu dengan memanfaatkan limbah kayu dan styrofoam jadi kaligrafi tentu mengurangi modal produksi. Barang yang tadinya tak berguna bisa saya manfaatkan dan kemudian bernilai jual tinggi,” bebernya.
Limbah kayu jati, kata ayah satu anak itu, didapatkannya dari sisa mebel di Jepara. Sedangkan styrofoam adalah limbah bekas darinya saat akan kerja sama membuat edukasi wisata kaligrafi.
Baca juga: Usaha Kaligrafinya Sepi, Iwan Banting Setir Buat Sketsa Wajah di Atas Kayu
“Tapi sayang kerja sama itu tertunda karena pandemi. Dari pada limbahnya terbuang percuma maka saya manfaatkan untuk jadi kaligrafi lagi,” jelasnya.
Safiq menjual karya seninya itu berkisar Rp600 ribu sampai Rp1,5 juta, tergantung ukurannya. Selama ini pemesan kaligrafi berasal dari Kudus dan daerah sekitar. Selain itu, jika berminat bisa menghubungi nomor WhatsApp 0821 3806 5099.
“Pernah juga ada pemesan dari Bekasi dan Jakarta,” tandas Safiq.
Editor: Ahmad Muhlisin

