SEPUTARKUDUS.COM, GETAS PEJATEN – Pagi itu satu di antara Ruko Agus Salim Desa Getas pejaten, Kecamatan Jati, Kudus tampak ramai pengunjung. Terlihat beberapa pria dan wanita sedang duduk di bangku panjang, sedangkan sebagian lainnya tampak lahap menyantap hidangan yang disajikan. Di samping gerobak tampak seorang pria duduk memakai peci hitam sedang daging kerbau. Pria itu bernama Sunoto (44), generasi ketiga penerus usaha sate kerbau Min Jastro, yang tetap mempertahankan resep leluhurnya.

Di sela aktivitasnya memasak sate kerbau, pria yang akrab disapa Totok itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usaha peninggalan kakeknya tersebut. Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), dia mengaku sudah membantu ayahnya membuat sate kerbau sekaligus bumbunya.
Baca juga: Datang dari Surabaya, Sujono Santap Sate Kerbau Min Jastro di Kudus untuk Bernostalgia
“Karena dulu sering membantu ayahku membuat sate kerbau, aku bisa membuat sate kerbau yang enak. Sama enaknya dengan yang dibuat ayah dan kakeku, empuk dan bumbunya meresap ke dalam daging. Karena itulah banyak pelanggan sejak dulu tetap datang,” ujarnya sambil mengipasi arang pembakaran.
Dia mengungkapkan, sate kerbau Min Jastro itu dibuat secara tradisional, dan serat dagingnya dipisah. Daging kerbau dipukul-pukul dan seratnya direbus agar saat diberi bumbu dan dibakar, bumbu tersebut meresap. Menurutnya, selain bisa membuat bumbu meresap, pukulan bisa membuat sate kerbau Min Jastro empuk dan tidak alot.
Warga Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus itu mengatakan, dengan mampu menjaga resep dan bisa membuat sate yang sama dengan leluhurnya, Totok mampu menjaga pelanggan agar tetap datang. Dia mengungkapkan, dalam sehari dirinya mampu menjual sate dari 15 kilogram daging kerbau. “Itu saat hari biasa, pada akhir pekan kami bisa menjual hingga dua kali lipatnya,” ungkapnya yang mengaku menjual sate kerbau Rp 4.500 satu tusuk.
Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu mengatakan, jumlah penjualan tersebut saat tidak pesanan. Dirinya mengaku, setiap hari sering mendapatkan pesanan sate kerbau, dari beberapa perusahaan di Kudus. Perusahaan itu diantaranya Djarum, Pura, dan lain sebagainya. Biasanya perusahaan-perusahaan di Kudus memesan sate saat ada tamu dari luar kota maupun dari luar negeri. Setiap hari, tak kurang dari 200 tusuk sate dipesan.
Menurutnya, selain pesanan harian tersebut, terkadang sate kerbau Min Jastro juga pernah beberapa kali mendapat pesanan hingga ribuan tusuk. Pernah diundang juga Megawati Soekarno Putri untuk menyajikan 3 ribu tusuk sate di ulang tahun suaminya, almarhum Taufik Kiemas.
“Pernah juga kami mendapat pesanan menyajikan hingga 5 ribu tusuk sate pada reuni akbar sekolah Masehi dari SD, SMP dan SMA. Dan yang terdekat, di acara pendidikan dan latihan Jaksa Agung di Bogor,” ungkap Totok yang mengaku berjualan mulai pukul 7.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB, dan pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

