BETANEWS.ID, SOLO – Seorang pria terlihat merakit jam tangan di sebuah kios yang berada di Pasar Elpabes, Banjarsari, Solo. Beberapa kerangka kaca mata juga terlihat terjajar rapi di sebuah rak yang berada tak jauh darinya.
Sekilas memang tak ada yang spesial dari produk itu. Namun, siapa sangka jika jam dan frame kaca mata tersebut terbuat dari kayu bekas papan skateboard. Adalah Andika Praditya (28), Owner Loosewood yang punya ide cermelang memanfaatkan limbah tersebut.

Kepada Betanews.id, Andika mengatakan bahwa Loosewood merupakan brand yang berkonsep mendaur ulang papan skateboard yang sudah tidak terpakai lagi.
Baca juga: Dua Remaja di Kudus Ini Sulap Limbah Kayu Jadi Aneka Kerajinan yang Estetik
“Saya hobi bermain skateboard. Dari situ saya lihat banyak limbah kayu papan yang sudah tidak terpakai lagi. Saya coba untuk memanfaatkan lagi untuk didaur ulang untuk mengurangi limbah dan menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi,” kata Andika, Rabu (23/3/2022).
Meski sudah berdiri sejak 2016 lalu, Loosewood baru mulai memasarkan produknya pada 2018. Selama ini, Ia mendapatkan bahan baku itu dari teman-teman komunitas skateboardnya. Dalam produksi, ia dibantu oleh dua orang temannya.
“Untuk saat ini kita kalau konsep awal limbah sekateboard. Tapi kalau sekarang sudah memakai limbah yang lain juga kaya limbah gitar, limbah kayu, terus dari limbah prduksi juga kita pakai kita manfaatkan lagi jadi produk,” ujarnya.
“Kalau sebulan bisa sampai 30-50 barang. Produksi per dua minggu itu 20 buah kacamata sampai 30 jam tangan. Kalau aksesoris bisa 50 lebih,” kata dia.
Baca juga: Heru Sulap Limbah Kayu Jati Jadi Ukir Wajah 3D yang Bernilai Jual Tinggi
Untuk kaca mata, Andika membandrol muali dari Rp850 ribu. Sedangkan untuk jam tangan dibandrol mulai dari Rp550 ribu saja.
“Kalau jenisnya, kaca mata ada tiga model dan bisa juga menyesuiakan keinginan pembeli. Kalau jam tangan ada tiga model, yang paling kecil, terus yang ukuran standar empat centimeter, sama yang lebih besar sedikit 42 milimeter,” paparnya.
Andika memasarkan produknya itu melalui media sosial dan juga serta website resmi Loosewood. Tak tanggung-tanggung, produknya itu sudah menembus pasar manca negara.
“Untuk permintaan kebetulan kita masih ada kayak bayar sama vendor juga. kita melayani juga permintaan aksesoris seperti itu. kalau vendor ada yang dari Indonesia sama dari luar negeri, untuk yang paling diminati itu ada wilayah Eropa, karena mereka di wilayah Eropa itu dengan brand dengan konsep upcycle, recycle itu sangat sangat diminati,” pungkas Andika.
Editor: Ahmad Muhlisin

