BETANEWS.ID, BOYOLALI – Natureline, perusahaan rumahan lilin aromaterapi dan hampers asal Kabupaten Boyolali mampu memikat hati juri dan berhasil menjadi juara 3 dalam ajang Hetero For Startup session 2 di Heter Space Surakarta. Lomba yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu diikuti ribuan usahawan di seluruh Indonesia.
Owner Natureline Arini Khoiriyah menuturkan, ketertarikannya mengkuti Hetero Space untuk memajukan usahanya. Sebab, Hetero Space selain menyediakan mentor, juga membuka lebar jaringan, sehingga di masing-masing peserta bisa sharing pengalamannya.

Ia menceritakan, usaha lilin aromaterapi dan hampers kali pertama didirikan bersama mendiang suaminya 2008 lalu. Produknya ramah lingkungan karena berbahan baku minyak kelapa sawit dicampur aroma wewangian.
Baca juga: Tas Kristik Kayu, Produk Keren Asal Temanggung yang Melejit Setelah Ikut Lapak Ganjar
“Karena pengalaman bekerja di perusahaan pengolahan minyak sawit saya sama mendiang suami mendirikan usaha ini. Lilin kita tidak menimbulkan jelaga, jadi ramah lingkungan, dan juga pakai aroma sereh bisa usir nyamuk,” paparnya saat ditemui di rumah produksinya Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Rabu (6/4/2022).
Untuk proses produksinya dilakukan secara rumahan. Bahkan jika mengalami kenaikan permintaan, ia merekrut ibu-ibu sekitar untuk dipekerjakan.
“Kalau ramai kita ajak ibu-ibu untuk berproduksi. Dulu pernah ramai sehingga kita rekrut sampai sekitar 30 ibu-ibu,” jelasnya.
Baca juga: Madu Lokal Magelang Ini Bisa Go Internasional Sejak Ikut Lapak Ganjar
Terkait packaging, Arini menerangkan bahwa lilin aromaterapinya disajikan dalam bentuk hampers, sehingga terlihat lebih menarik ketimbang hanya dijual lilin biasa.
“Misalnya ada lilin harga Rp9 ribu per buah, tapi kalau disajikan dalam bentuk hampers bisa berharga Rp25 ribu ditambah korek api, dan kartu ucapan,” paparnya.
Sejauh ini, ia sudah memiliki pangsa pasar lokal maupun internasional.
“Hampir seluruh kota di Indonesia. Kalau ekspor ada buyer ke Italia, Amerika dan Eropa,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

