BETANEWS.ID, SOLO – Pada bulan Ramadan, banyak orang tua yang mulai mengenalkan ibadah puasa pada anak-anak, tak terkecuali dari keluarga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Selvi Ananda, menantu Presiden Jokowi mulai mengenalkan dan mengedukasi sang putra, Jan Ethes Srinarendra tentang puasa Rakaman. Ia juga menceritakan reaksi sang putra ketika dibangunkan untuk sahur.
“Kemarin sih kita sudah ajak (puasa) ya, kita sudah jelasin, eh besok kita mulai puasa gitu kan. Cuma kemarin hari pertama sama ini tuh anaknya pas sahur dibangunin masih susah,” kata Selvi, Senin (4/4/2022).
Menurut Selvi, ia tidak memaksa sang putra untuk berpuasa. Ia hanya memberikan edukasi seperti apa puasa Ramadan dan tahu kalau bapak, ibunya sedang berpuasa.
Baca juga: Makin Eksis Sejak Dipakai Gibran, Batik Paundra Diajak Meriahkan Hari Batik Nasional 2022
“Terus kalau puasa itu tidak boleh makan dan minum sampai waktunya azan. Kita beri pengertian dulu lah, nanti lama-lama kalau memang anaknya sudah bisa, sudah kuat ya kita minta puasa. Tapi tidak memaksakan,” ujarnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Quraniy Azzayadiy Solo, KH Abdul Karim menjelaskan bahwa anak-anak yang belum baligh belun diwajibkan untuk mengikuti puasa Ramadan. Pria yang akrab disapa Gus Karim itu menjelaskan, beberapa syarat wajib puasa, yakni beragama islam, baligh, sehat, berakal sehat, mampu, serta mengetahui awal Ramadan.
“Baligh itu kalau usia biasanya 12 tahun, tetapi tanda-tanda baligh itu kalau sudah pernah mimpi basah, terus sehat, terus mampu. Sehat tapi kalau tidak mampu, walaupun sudah baligh tapi kalau tidak mampu, sudah sepuh, itu nggak kewajiban. Terus kalau musafir atau dalam perjalanan itu dipersilakan untuk memilih puasa atau tidak,” terang Gus Karim yang juga merupakan guru mengaji Presiden Jokowi itu.
Menurut Gus Karim, jika anak-anak sudah dididik untuk berpuasa Ramadan meski belum baligh, maka itu adalah sebuah pendidikan yang bagus. Misalnya, mengajarkan anak-anak untuk berpuasa Ramadan meski hanya setengah hari atau puasa bedug.
Baca juga: Ikut Tukarkan Uang di Mobil Kas Keliling, Gibran: ‘Lebih Aman dan Tak Ada Potongan 10 Persen’
“Nanti kalau sudah buka bedug Dzuhur itu sudah makan terus puasa lagi sampai maghrib. Bukan berarti setelah zuhur itu buka, terus itu makan bebas enggak. Yang namanya puasa setengah hari itu dia bakda Dzuhur itu makan dan dilanjutkan sampai maghrib puasanya,” paparnya.
Lebih lanjut, Gus Karim mengatakan jika anak-anak yang mau untuk mengikuti puasa Ramadan, maka sang orangtua yang akan mendapatkan pahala. Karena, hal tersebut adalah sebuah keberhasilan orangtua dalam mendidik sang anak.
“Bagus (anak-anak berpuasa) tapi pahalanya diberikan kepada kedua orangtuanya. Itu karena keberhasilan orang tua dalam mendidik anak-anaknya terhadap puasa,” papar Gus Karim.
Editor: Ahmad Muhlisin

