BETANEWS.ID, SEMARANG – Puluhan warga Kota Semarang rela antre sejak pagi untuk mendapatkan minyak goreng curah di sebuah toko Jalan Doktor Cipto depan SMK 1 Semarang, Selasa (22/3/2022). Warga yang antre terlihat membawa jeriken yang diletakkan berurutan di trotoar jalan. Antrean yang mengular tersebut disebabkan keberadaan salah satu kebutuhan pokok itu mulai langka dalam sepakan ini.
Salah satu penjual makanan di Kota Semarang, Sugeng (43) mengaku sudah mencari minyak curah di beberapa pasar tradisional, tapi hasilnya nihil.

“Saya tadi sudah ke Pasar Johar dan Pasar Dargo namun tak ada stok,” jelasnya ditemui saat mengantre.
Baca juga: Keliling 25 Toko Tak Dapat Minyak Goreng Curah, Warga: ‘Kalau Nggak Bisa Ngurus, Bubar Saja’
Saat berkeliling Kota Semarang hari ini, ia tak sengaja melihat antrean tersebut dan kemudian berhenti untuk ikut ambil bagian. Namun, ia belum tahu apakah dapat jatah atau tidak.
“Tadi tak sengaja lewat terus mampir sini karena melihat ramai banyak orang yang antre,” ujarnya.
Dia mengaku tiba di lokasi tersebut pada pukul 09.00 WIB, dan sampai siang belum mendapatkan minyak goreng. Sebenarnya dia tak sendirian, sebelum kedatangannya sudah banyak warga yang antre.
“Ini saya entah mendapat antrean nomor berapa,”paparnya.
Meski dia mengetahui toko penjual masih tutup, Sugeng tetap sabar menunggu sampai toko tersebut buka, karena beberapa tempat yang sebelumnya dia datangi juga tak mempunyai minyak. Karena kelangkaan minyak goreng di Kota Semarang, membuat warungnya tutup selama dua pekan.
Baca juga: Stok Langka, Harga Minyak Goreng Curah di Pasar Karangayu Tembus Rp21 Ribu
“Kalau pedagang seperti saya kan harus pakai minyak untuk goreng-goreng. Kalau tak ada minyak kayak ada yang kurang,” paparnya.
Hal yang sama juga dikatakan Darti (54). Dia sengaja datang lebih pagi untuk mendapatkan minyak curah.
“Tapi ini belum buka-buka tokonya. Mau nunggu sampai buka ini toko,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

