31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Melihat Ruwahan Pertama Pasca-Gusti Bhre Dilantik Menjadi KGPAA Mangkunegara X

BETANEWS.ID, SOLO – Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunagoro X, memimpin acara Wilujengan Ruwahan di Pendapi Ageng, Pura Mangkunegaran, Solo, pada Kamis (17/3/2022) malam.

Ritual Ruwahan menjadi acara pertama GPH Bhre Cakrahutama Wira Sudjiwo yang kini bergelar KGPAA Mangkunagoro X pascadilantik (naik tahta) menjadi pemimpin Pura Mangkunegaran.

Acara tersebut digelar bertepatan dengan Hari Jadi ke-265 Mangkunegaran, pada 17 Ruwah tahun Alip 1955 malam. Acara dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dan dipandu oleh protokol dengan menggunakan bahasa Jawa.

-Advertisement-

Baca juga : GPH Bhre Resmi Dinobatkan Menjadi KGPAA Mangkunegara X

Dengan mengenakan ageman berwarna hitam, KGPAA Mangkunagoro X atau yang kerap di sapa Kanjeng Gusti Bhre memasuki Pendapi Ageng dan duduk di sebuah kursi kecil.

Setelah itu, dilanjutkan dengan doa wilujengan yang dibacakan dengan cara Jawa dan Islam. Para yogiswara kemudian duduk berjajar mengenakan ageman berwarna putih.

Sekitar pukul 19.25 WIB, para yogiswara dan tamu udangan yang berjumlah sekitar 200 orang itu membaca doa dzikir dan tahlil bersama-sama. Suasana khidmat sangat terasa saat acara berlangsung.

Usai dzikir dan talil selesai dibacakan, kemudian Gusti Bhre menemui serta menyapa para tamu undangan. Namun, setelah acara selesai Gusti Bhre kembali ke dalam Ndalem Ageng.

Ditemui usai acara Ruwahan, Pengageng Wedhana Satria Pura Mangkunegaran Solo, KRMT Lilik Priarso menjelaskan, agenda selanjutnya adalah ziarah ke makam Mangkunegara I dan seterusnya.

“Lalu dengan Kawandasa Jaya, jadi pasukannya Sambernyawa dulu itu kita ziarahi semua, sampai ke Mataram. Jadi sampai di Imogiri, Kota Gede, lalu ada pamannya yang dimakamkan di Kaliabu, Salaman, Magelang, lalu ke Temanggung, Kedu, Sindurejan,” sebut Lilik.

Baca juga : GPH Bhre Resmi Jadi Penerus Tahta Mangkunegaran, Gibran Harapkan Bisa Satu Visi Misi

Namun, dalam ziarah tersebut, Gusti Bhre tidak boleh ikut ke makam, lantaran memang sudah peraturan dan tradisi dari para leluhur.

“Karena beliau kan sudah tidak boleh lagi ke makam, makanya diadakan acara ini tuh gitu, terakhir kemarin sebelum Jumeneng, ya sekarang kalau Nyadran itu ya utusan kayak tadi resmi,” terangnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER