BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 150 pesilat adu ketangkasan dalam Kejuaraan Sirkuit II Tapak Suci se-Karesidenan Pati di Auditorium Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), 5-6 Maret 2022. kejuaraan itu mempertandingkan kelas SD, SMP, dan SMA.
Wakil Rektor II UMKU Rikza Himawan mengatakan, selain mengasah kemampuan beladiri para peserta, kejuaraan tersebut juga bertujuan menjalin silaturahmi antar Pimpinan Daerah Tapak Suci di Karesidenan Pati. Selain mencari juara, UMKU juga membuka pintu lebar-lebar untuk para atlet yang ingin melanjutkan studi di kampus tersebut.
“Saya mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kepada Pengurus Daerah Tapak Suci Kudus atas terselenggaranya Kejuaraan Sirkuit ini. Saya berharap ke depan atlet-atlet dari Tapak Suci dapat bersaing dengan perguruan lain, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional,” katanya saat menutup kegiatan, Senin (7/3/2022).
Baca juga: 86 Pesepakbola Muda Ikuti Seleksi Beasiswa ASTI Kudus
Ketua Pimpinan Daerah Tapak Suci Kabupaten Kudus Santoso menambahkan, 150 peserta itu berasal dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, serta Blora.
“Tujuan kegiatan ini yang pertama memang untuk menjalin silaturahmi antar pimpinan daerah Tapak Suci. Karena memang sudah lama tidak ada kegiatan. Selain itu juga untuk melihat sejauh mana perkembangan teknik beladiri dari anak didik kami,” jelasnya.
Sebagai langkah mengantisipasi penyebaran kasus Covid-19, pihak penyelenggara juga berkolaborasi dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), sebagai upaya skrining awal agar tidak terjadi penyebaran kasus covid-19.
Baca juga: Dibuka Hari Ini, 16 Tim Ikuti AFK Futsal Championship 2022
Mereka yang datang pun diwajibkan sudah mendapat suntikan vaksin covid-19 dua kali, dan harus memakai masker dan saling menjaga jarak ketika di dalam Auditorium.
“Agar tidak ada kerumunan berlebih di Auditorium, kami berlakukan sistem yang boleh masuk ke Auditorium hanya atlet yang akan bertanding. Mereka didampingi satu ofisial dan para petugas pertandingan saja. Untuk peserta lain menunggu di luar Auditorium. Kami juga melarang adanya suporter untuk masuk ke Auditorium,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

