Demi Bisa Rawat Mertua yang Sakit, Said Tinggalkan Karier Mentereng di Pertamina dan Pilih Usaha Batik

BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu seorang pria tampak sibuk di dalam outlet Batik Sekar Jagad yang berada di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Pria tersebut terlihat merapikan kain batik serta memajangnya di dinding outlet. Pria tersebut yakni Said Anwarudin (40) pemilik dari Batik Sekar Jagad.

Sembari beraktivitas, pria yang akrab disapa Said itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, menekuni usaha batik sejak tahun 2019 bersama istrinya. Sebelum itu, dulunya Said mengaku bekerja di perusahaan BUMN, yakni Pertamina.

Said Anwarudin, Owner Batik Sekar Jagad. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Menara Kudus, Motif Baru dari Batik Sekar Jagad yang Laris Manis

-Advertisement-

“Sebelumnya saya kerja di Pertamina selama satu setengah tahun. Namun, karena mertua saya sakit dan orang tua menganjurkan agar dekat sama orang tua, saya pun memutuskan untuk resign,” ujar Said kepada Betanews.id, beberapa waktu lalu.

Said mengatakan, kerja di Pertamina merupakan pekerjaan yang mentereng dan dambaan banyak orang. Apalagi dia yang lulusan sarjana teknik mesin, selama bekerja di Pertamina juga disekolahkan lagi oleh perusahaan ke Jepang dan New Zealand.

“Meski begitu, saya tetap mematuhi perintah orang tua. Saya pun memutuskan untuk pulang dan dekat sama orang tua. Sebab selain alasan mertua sakit, orang tua menganjurkan agar kerja jangan menyeberang laut. Sehingga kalau ada sesuatu yang genting bisa cepat pulang,” beber Said yang mengaku saat itu kerja di Pertamina Medan.

Setelah di Kudus sembari merawat orang tua istrinya, Said yang berasal dari Kebumen dan memiliki darah membatik dari ibunya pun berinisiatif merintis usaha batik.

Menurutnya, Ibu Said asli orang Solo, dan setelah menikah dengan ayahnya yang orang Kebumen kemudian menetap di Kota Lawet tersebut. Ibu Said, tuturnya, adalah orang pertama yang mendirikan usaha batik di Kebumen pada tahun 1960.

“Saya pun bersama istri kemudian merintis usaha batik yang kami beri nama Sekar Jagad. Saat itu kami juga melihat pelaku batik di Kudus masih sangat jarang,” ucap ayah satu anak tersebut.

Said mengatakan, memproduksi aneka jenis batik. Antara lain batik tulis, batik cap serta batik printing. Selama ini, kata dia, Sekar Jagad Batik sudah mengeluarkan ratusan motif.

Baca juga : Orderan Sepi dan Sempat Rumahkan Karyawan, Begini Kisah Owner Djanoer Batik Bangkit dari Pandemi

“Paling banyak memang motif Kudusan. Namun, kami juga ada motif batik Kebumen, Solo, Pekalongan dan lainnya,” rincinya.

Untuk pelanggan, kata dia, Batik Sekar Jagad sudah memiliki banyak pelanggan. Selain dari Kudus juga ada pelanggan dari lain daerah, bahkan ada yang dari luar Jawa. Di antaranya Bali, Makassar, dan daerah lainnya.

“Harapannya batik semakin populer, khususnya motif Kudusan. Saya pun berharap kelak mampu menciptakan kampung batik di Kudus” harapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER