BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan warga Dukuh Jetis, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, sangat antusias mengikuti tradisi pesta panen di Belik Sri Growong, Jumat (4/3/2022). Tak hanya orang tua, anak-anak juga terlihat mengikuti acara tersebut dengan suka cita.
Salah satu warga, Abdul Jalil mengatakan, acara tersebut merupakan acara turun temurun yang masih diselenggarakan sampai sekarang setiap 1 Ruwah (Syaban). Menurutnya, acara tersebut diadakan pascapanen dan seluruh warga berkumpul untuk syukuran di sana.

“Jadi di sekitar sumur itu merupakan sumber utama sungai Tati sampai Sidorekso. Ujung sungai Tati di sini ada mata air di dekat area persawahan Growong. Kemudiam konon yang merawat dulu perempuan namanya tidak dipersoalkan kita menyebutnya Mbah Sri. Jadi belik ini dinamakan Belik Sri Growong,” jelasnya.
Baca juga: Ini Makna Tradisi Wiwit Kopi yang Dilakukan Petani di Pegunungan Muria
Meski bangunan yang baru jadi itu berukuran 24 x 8 meter, tapi ternyata tak bisa menampung banyaknya warga yang mengikuti tradisi tersebut. Padahal, tahun ini yang mengikuti hanya warga Dukuh Jetis saja.
Menurutnya, bangunan belik yang memiliki ukuran 8 x 8 meter itu melambangkan kesucian dalam Islam. Pada acara syukuran itu juga melepaskan luwur yang sebelumnya diazani.
“Jadi warga Dukuh Jetis ada 180 KK, yang masing-masing KK membawa lima bungkus nasi godong jati sambal klitik. Jadi totalnya ya ada 900. Di mana dalamnya terdapat tempe bakar sama kelapa sama lele penyet. Itu ciri khas dari Mbah Growong,” ungkapnya.
Baca juga: Grebeg Apem Yaqowiyyu Kiai Ageng Gribig, Tradisi yang Sudah Ada Sejak 400 Tahun Silam
Ia menyebut, dari delapan dukuh yang ada di Desa Kaliwungu, terdapat tiga punden dan dua belik. Keberadaan Belik Sri Growong ini 1 dari 438 punden se Kabupaten Kudus.
“Di Kabupaten Kudus ada 438 dan sudah dikukuhkan di Menara kemarin pada tanggal 18 Rajab,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

