BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Kudus-Pati, tepatnya di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus terlihat gerobak warna putih dengan tulisan My Croffle. Di sana seorang perempuan paruh baya sedang membuatkan pesanan pembeli. Dia adalah Zumaroh (48), pemilik outlet tersebut.
Setelah melayani pembeli, perempuan yang akrab disapa Zuma tersebut bersedia berbagi informasi tentang usaha yang dirintis tiga bulan lalu itu. Menurutnya, usahanya itu laris manis karena croffle sedang naik daun. Saat ini, dirinya bisa menjual 25 hinga 35 kardus sehari.
“Saya tahunya ini viral di media sosial. Kemudian mencoba membeli dan mencicipinya. Hal tersebut lah yang membuat saya tertarik membuat dan menjualbelikan croffle ini,” beber Zuma kepada betanews.id, Rabu (2/2/2022).
Baca juga: Fudgy Brownies, Si Cokelat dengan Toping Unik dan Teksturnya Crunchy
Ia menjelaskan, di lapaknya itu menyediakan croffle dengan varian orisinal, tiramisu, cokelat, greentea, stroberi, cinamon, madu, dan tambahan toping seperti almond, oreo, keju, dan cokelat. Menurutnya, yang paling banyak diminati adalah varian rasa cokelat.
“Untuk harga mulai dari Rp10 ribu rasa orisinal berisi 3 buah. Sedangkan untuk rasa lainnya Rp12,5 ribu per porsi. Kemudian ada tambahan toping dengan harga Rp3 ribu,” rincinya di lapak yang buka mulai pukul 9.00 WIB hingga pukul 20.30 WIB itu.
Ia mengaku, untuk harga yang ditawarkan relatif standar. Menurutnya, karena usaha tersebut tidak bekerja sama dengan pihak lain, croffle buatannya itu lebih murah.
Baca juga: Inovasi Dimsum Bekulit Warna-warni di Megawon yang Sukses Tarik Minat Banyak Pembeli
“Kalau untuk harga relatif. Saya pernah membeli camilan ini ada yang harga per bijinya itu Rp8 ribu. Karena mungkin yang jualan itu bekerja sama atau franchise,” tutur ibu dua anak tersebut.
Selain jualan offline, dirinya juga memasarkannya di media sosial Instagram @mycr.ffle dan jika ada yang berminat bisa menghubungi nomor WhatsApp 0812 2534 2255.
Editor: Ahmad Muhlisin

