31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Lorok Indah, Lokalisasi Terbesar di Pati Kini Rata dengan Tanah

BETANEWS.ID, PATI – Lokalisasi terbesar di Kabupaten Pati, yaitu Lorok Indah atau dikenal dengan sebutan LI resmi ditutup oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Puluhan bangunan yang digunakan untuk tempat prostitusi di Margorejo tersebut, akhirnya dibongkar pada Kamis (3/2/2022) pagi.

Sempat terjadi ketegangan saat akan dilakukan pembongkaran. Massa pemilik bangunan menghadang petugas yang mengawal proses pembongkaran. Namun, karena jumlah petugas lebih banyak, akhirnya massa mundur.

Kemudian, dengan menggunakan alat berat, satu per satu bangunan di kawasan LI dirobohkan.

-Advertisement-
Petugas kepolisian mengawal proses pembongkaran bangunan di kawasan LI. Foto: Ist

Baca juga : Melihat Bekas Lokalisasi Mojadadi di Gribig Kudus yang Kini Jadi Sentra Peternakan

Bupati Pati Haryanto menyebut, setidaknya ada 70 bangunan yang dibongkar. Sedangkan alat berat yang diturunkan sebanyak 11 unit.

“Ini sudah sesuai dengan prosedur. Pembongkaran bangunan ini sudah sesuai dengan aturan dan peraturan undang-undang. Sesuai rencana penataan ruang, kawasan LI semestinya untuk lahan pertanian produktif,” ujar Haryanto kepada awak media.

Menurutnya, pihaknya juga sudah memberikan surat peringatan beberapa kali, namun tidak diindahkan.

“Kita melakukan pembongkaran bangunan liar yang tidak berizin, yang dipakai untuk prostitusi. Oleh karena itu, sesuai dengan tahapan yang sudah ada, melalui empat bulan sebelumnya sudah negosiasi, namun tidak diindahkan. Sudah dikasih kesempatan peringatan, pertama, kedua, ketiga, kemudian dikasih waktu lagi satu bulan untuk mengambil barangnya, tapi tidak diindahkan,” sebut bupati.

Haryanto mengatakan, penghuni di lokasi LI sudah lama meninggalkan tempat tersebut. Menurutnya, penghuni LI rata-rata bukan dari Pati, melainkan dari luar daerah.

Baca juga : Didatangi Satpol PP Hendak Disegel, 9 Tempat Karaoke di Demak Ini Tutup Duluan

Pihaknya menyebut, bila Pemkab Pati juga telah berupaya memfasilitasi modal bagi mantan penghuni tempat prostitusi terbesar di Pati itu.

“Mantan penghuni sudah jauh kita pulangkan. Rata-rata tidak penghuni tidak orang Pati. Saya berusaha sama Pak Wakil (Wakil Bupati), kalau mau laundry kita kasih order 50 persen di Hotel Safin.Mau peternakan kita fasilitasi lahan. Kalau mau usaha jamur kita fasilitasi. Kalau mau jualan kita juga fasilitasi. Jadi Pemkab sudah berupaya dalam hal ini,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER