Viral Sopir BST Goda Penumpang Lewat WA, Gibran: ‘Pecat Saja, Saya yang Malu’

BETANEWS.ID, SOLO – Kasus sopir Batik Solo Trans (BST) yang menggoda penumpang melalui pesan WhatsApp viral di media sosial. Tangkapan layar berupa chat sopir yang diunggah di akun Twitter @SoloMenfess itu sontak mendapat banyak kecaman dari warganet.

Postingan itu berisi, “Soll cuma mau ngingetin, td ak naik bst, dri apotek kencana cedak paragon ke moewardi, trs pas balik naik lg ktmu driver yg sama, bapaknya ramah, baik, trs tb2 mnta no wa ktnya buat infoin jdwal bst biar enak gitu trs ak ksh aj gitu, eh gatau nya pas wa kaya gtu, ak jd (cont).

Kemudian dalam tweet tersebut juga menyebut akun Twitter milik Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, @gibran_tweet. Gibran pun dengan cepat menjawabnya. “Tolong DM. Saya pengen tahu kronologinya,” tulis Gibran.

-Advertisement-

Baca juga: Gibran Targetkan Bisa Vaksinasi 4.000 Anak Usia 6-11 Tahun per Hari

Ketika ditemui dan disinggung masalah tersebut, Gibran mengungkapkan bahwa sopir BST tersebut sudah diberi sanksi. Namun menurutnya, sanksi yang diberikan tidak memuaskan.

“Driver sudah diberi sanksi tapi tak delok (saya lihat) sanksinya tidak tegas cuma skorsing tiga hari. Gak bisa yen kayak gini (kalau seperti ini) ngawur itu,” tegas Gibran, Rabu (22/12/2021).

Menurut Gibran, hukuman yang seharusnya pantas diberikan untuk sopir BST tersebut adalah pemecatan. Ia menyebut, hal yang dilakukan oleh sopir itu sudah termasuk dalam bentuk pelecehan secara verbal.

“Pecat saja, ngopo ndadak (kenapa hanya) skorsing tiga hari saja. Ini memalukan, saya yang malu,” kata dia.

Putra sulung Presiden Joko Widodo itu juga menilai, pengelola BST tidak profesional. Menurutnya, jika peristiwa tersebut tidak viral di media sosial, pasti pengelola tidak akan mengambil tindakan.

Yen ora (tidak) viral mereka juga pasti tidak bergerak. Nanti tak parani sik (saya datangi dulu),” ucapnya.

Baca juga: Tata Koridor Gatsu, Gibran : ‘Tak Jamin, Gak Mungkin Tambah Sepi’

Gibran menyebut, pelecehan sudah marak dan tidak hanya terjadi kali ini saja. Menurutnya, hukuman yang hanya berupa skorsing tiga hari terlalu ringan. Ia juga berterima kasih kepada korban yang sudah berani untuk memberitahukan pelakunya.

“Bukan cuma satu korban ini ada beberapa dan saya terima kasih ke warga yang sudah mau speak up. Gak mudah, lho, korban mau speak up seperti itu,” lanjutnya.

Ia juga menyarankan kepada masyarakat yang mengalami hal serupa untuk melaporkannya ke Gibran. Seperti diketahui, Gibran mempunyai program ‘Lapor Mas Wali’ untuk menampung keluhan warga, dan juga bisa melapor melalui Unit Layanan Aduan Masyarakat (ULAS) yang merupakan progam dari Pemerintah Kota Solo.

“Kita kalau ada laporan tindakan kita juga cepat,” tandas Gibran.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER