BETANEWS.ID, SOLO – Pemerintah Kota Solo menggandeng PT Bank Negara Indonesia (BNI) untuk mewujudkan program digitalisasi transaksi perdagangan di pasar tradisional, retribusi pajak daerah dan kegiatan ekonomi lainnya.
Kerja sama keduanya diwujudkan dalam penandatanganan MoU oleh Wali Kota Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Jumat (26/11/2021).
“Kita sosialisasi dan beri edukasi pada masyarakat agar terbiasa nantinya menggunakan sarana dan prasarana digital. Dalam percepatan pemulihan ekonomi, nantinya semua terkoneksi dengan program Smart City nya Kota Solo,” kata Gibran.

Baca juga : Gandeng Indosat, Gibran Bangun 350 Kampung Digital untuk Percepat Pemulihan Ekonomi
Gibran mengatakan, semua bank pemerintah maupun swasta nantinya memberikan dukungan pada Pemerintah Kota Solo dalam mengembangkan digitalisasi transaksi usaha dan PAD dari pajak.
“Pasar-pasar tradisional kita, pedagang-pedagangnya, pembelinya, kita dorong untuk melakukan transaksi secara cashless. Lalu tadi ada yang di demokan juga beberapa administrasi agar pedagang-pedagang ini bisa menjadi agen dari bank-bank itu,” tuturnya.
Meski demikian, menurut Gibran saat ini yang menjadi tantangan adalah perlu adanya edukasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital ini. Menurutnya pula, hampir semua fasilitas dan pelayanan ekonomi di Kota Solo sudah terkoneksi dengan teknologi digital.
“Nanti ke depannya kita lebih dalamkan lagi, kita butuh waktu untuk edukasi, sosialisasi,” tambahnya.
Terkait dengan program Smart City, Gibran mengatakan, akan lebih menggalakkan lagi. Program tersebut bertujuan untuk tata kelola kota dan kabupaten di Indonesia agar menciptakan efisiensi, memperbaiki peningkatan pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Nanti kita kejar juga, kita galakkan lagi kalau Smart City semuanya harus ada smart connection juga. Jadi kita sudah meluncurkan 5G ditahun ini, nanti kita galakan lagi. semua bank nanti mensupport kita semuanya,” lanjutnya.
Dalam kerja sama antara Pemkot Solo dan BNI tersebut, BNI memberikan dukungan dalam percepatan digitalisasi di daerah tersebut. Salah satunya diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman perihal Penggunaan Fasilitas Layanan Jasa Perbankan dan Dukungan Program Smart City untuk Pemkot Solo.
Selain itu, ada pula Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama terkait Penyediaan Layanan Perbankan dalam Penerimaan Pembayaran Pajak Hotel, Restoran dan Kafe (Horeka) dan Retribusi Daerah.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati menuturkan, percepatan digitalisasi di daerah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk percepatan dan perluasan implementasi elektronifikasi transaksi di pemerintah daerah dan untuk meningkatkan transparansi transaksi serta tata kelola, hingga mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan daerah.
“Pada tahap awal, kerja sama ini akan diwujudkan melalui digitalisasi penerimaan daerah untuk mewujudkan penerimaan daerah yang lebih efektif, efisien dan transparan,” ujar Susi.
Untuk itu, Susi mengatakan, BNI memberikan solusi enam konsep utama dalam Smart City, yaitu, Smart People, Smart Governance, Smart Infrastructure, Smart Environment, Smart Economy dan Smart Society.
Program Smart City BNI, lanjut Susi, tidak hanya berfokus pada pengembangan ekosistem pada kabupaten/kota tujuan. Namun, turut mendukung untuk program digitalisasi kabupaten/kota, di mana perusahaan memberikan beberapa solusi bagi pemerintah kota dan kabupaten dengan bersinergi bersama BPD setempat.
“Misalnya Solusi Pembayaran/Belanja Daerah (Internet Banking Corporate atau BNIDirect, SP2D Online, dan Virtual Account Debit), Solusi Penerimaan (e-PBB, e-PDAM, e-PAD, e-Samsat, dan e-Retribusi), BNI Market Place yang membantu pemerintah kota/kabupaten dalam mempromosikan pariwisata daerah dan produk-produk UMKM dan memasarkan secara online,” imbuhnya.
Baca juga : Luncurkan Pembayaran Nontunai, Gibran Langsung Borong Jualan Pedagang di Pasar Gede
Kemudian penyediaan uang elektronik (BNI Tapcash, LinkAja, dan QRIS) bagi
masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan transaksi non tunai atau cashless society.
Dalam acara MoU tersebut, juga diserahkan Piagam Rekor MURI soal “Digitalisasi Transaksi Pasar Tradisional Kepada Pedagang Terbanyak” yang diserahkan pihak MURI Ari Andriani yang diterima Gibran.
Selain itu juga diserahkan mockup Penyerahan Bina Lingkungan Pasar Klewer, 2 KUR BNI kepada pedagang Pasar Kadipolo dan Pasar Klewer dan penyerahan Xpora BNI KC Slamet Riyadi.
Editor : Kholistiono

