31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Jadi Langganan Banjir Rob, Puluhan Anak di Tambaklorok Semarang Alami Stunting

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sebanyak 79 balita di Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang alami stunting. Dari 16 RW di wilayah tersebut, jumlah penderita terbanyak ada di RW 15 atau Kampung Tambaklorok dengan 23 anak. Jumlah ini disebut akan semakin meningkat jika banjir rob di kampung nelayan itu tidak segera tertangani.

Kepala Posyandu Tambaklorok, Sri Wahyuni mengatakan, rob dan banjir yang tiap hari terjadi di Tambaklorok berdampak buruk terhadap kesehatan anak kecil.

“Akhirnya banyak yang stunting di sini. Semakin tahun bertambah, paling banyak jumlahnya di sini (Kampung Tambaklorok),” jelasnya saat ditemui di Posyandu Tambaklorok, Selasa (23/11/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Bertahun-Tahun Diteror Rob, Banyak Warga Tambaklorok Semarang Pilih Pindah

Menurutnya, banyaknya stunting di RW 15 Tambaklorok berkaitan dengan wilayah setempat yang sering terjadi rob. Hal itu berpengaruh terhadap gizi anak.

“Karena banyak orang tua yang terdesak ekonomi akhirnya banyak anak-anak yang kurang perhatian,” ucapnya.

Selain itu, banyak juga sampah yang ikut mengambang ketika terjadi banjir dan rob di Tambaklorok. Hal itu turut mempengaruhi kesehatan anak-anak yang tinggal di wilayah tersebut.

“Apalagi, kalau rob atau banjir gitu banyak anak-anak yang bermain di air,” imbuhnya.

Selain soal stunting, banyak warga Tambaklorok yang terkena hipertensi. Tekanan darah tingi ini terjadi karena warga sering stres dan was-was terhadap teror rob, yang bisa datang kapan saja. Temuan kasusu ini diketahui saat warga akan mengikuti vaksinasi.

Baca juga: Terus Menurun, Kasus Stunting di Solo Tinggal 200an Balita

“Tadi bisa dilihat, banyak yang kena hipertensi. Mungkin banyak pikiran karena selalu rob tempat tinggalnya. Biayanya tinggi juga kalau meninggikan rumah,” ujarnya.

Petugas vaksin Tambaklorok, Ari membenarkan jika puluhan warga yang ingin vaksin terpaksa ditolak karena mempunyai riwayat hipertensi. Dia meminta, warga yang mempunyai hipertensi untuk periksa ke Puskesmas.

“Tadi ada sekitar 30an warga yang disuruh pulang. Saya anjurkan untuk ke Puskesmas dulu,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER