31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Gibran Serahkan Uang Ganti Rugi Kepada Warga Terdampak Proyek Pembangunan Rel Layang Joglo Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Ganti rugi untuk ratusan warga terdampak proyek pembangunan rel layang atau elevated railway ganda Solo-Semarang kawasan Joglo, Banjarsari, Solo, akhirnya cair.

Pada fase pertama tersebut, bantuan diserahkan langsung oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan juga Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa serta Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya di Pendapa Kelurahan Joglo, Selasa (16/11/2021).

Gibran mengungkapkan, bahwa pada fase pertama ini sebanyak 72 warga yang mendapatkan ganti rugi.

-Advertisement-

Baca juga : Rampung Dua Bulan Lebih Cepat, Mulai Hari Ini Flyover Purwosari Solo Sudah Bisa Digunakan

“Semuanya ya Alhamdulillah lancar. Ini masih ada beberapa yang diverifikasi. Terima kasih sekali untuk warga, khususnya warga yang Kelurahan Joglo, sehari ini luar biasa sekali kerja samanya. Jadi proses eksekusi proyek ini bisa berjalan dengan lancar,” kata Gibran.

Menurut Gibran, karena dana santunan kepada warga terdampak sudah cair, proyek pembangunan rel layang tersebut bisa berjalan mulai Desember ini. Dengan pembangunan tersebut, ia berharap agar kawasan yang sering terjadi kemacetan itu bisa tertangani.

“Ya, yang jelas ini untuk bisa mengurai kemacetan, dan sekali lagi sesuai komitmen saya dan Pak Wakil, yang namanya Solo bagian utara ini bisa lebih maju lagi. Yang jelas trafficnya kita majukan dulu, biar tidak macet, biar mobilitas mobil-mobil angkutan ini lancar,” tuturnya.

Gibran melanjutkan, bahwa total warga yang mendapat santunan ganti rugi tersebut berjumlah lebih dari 500 KK. Pemberian dana tersebut akan berjalan selama sepekan ini.

Selanjutnya, warga yang terkena imbas pembanguan rel layang tersebut diberikan waktu selama sepekan untuk mencari lokasi di tempat lain. Menurut Gibran, waktu tersebut cukup untuk digunakan warga mencari lokasi tempat tinggal serta tempat usaha baru.

“Bisa lah bisa, wong yang penting kan cair semua, saya mohon kerja samanya semua,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya mengatakan, bahwa pembangunan rel layang itu bisa mengurangi kemacetan hingga 30 persen.

“Mengurangi kemacetan drastis, kan konfliknya berkurang. Yang awalnya tujuh kaki menjadi lima kaki. Terus tundaan akibat kereta api juga sudah tidak ada karena kereta api di atas,” papar Putu.

Putu menjelaskan, bahwa ganti rugi tersebut untuk menertibkan bangunan liar yang ada di tanah KAI. Ia menjelaskan, jumlah santunan yang diberikan dihitung berdasarkan beberapa komponen.

“Jadi nanti nilai bangunan, pohon tumbuh yang ada di tanah, kemudian diberikan biaya untuk mereka sewa dulu kurang lebih enam bulan,” terang Putu.

Baca juga : Jalur Kereta Semarang-Lasem yang Lama Mati akan Segera Direaktivasi (4/5)

Putu menambahkan, bahwa pembangunan elevated railway tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2023 mendatang untuk double track-nya. Namun untuk single track diperkirakan sudah selesai pada akhir tahun 2022.

“Kalau yang elevated itu 1,3 kilometer double track, tapi dibangun dulu untuk single track, sehingga yang di bawah bisa naik ke atas dulu untuk dioperasikan. Nanti kita bangun yang double track. Ini kan bentangnya cukup panjang dan menggunakan baja, dan desainnya cukup ikonik, jadi cukup lama. Jadi kami sudah siapkan gambaran untuk mengatasi kemacetan,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER