31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Alat Bantu Pasien Covid-19 Buatan Siswa SMP 3 Pati Ini Raih Medali Emas pada Kompetisi Sains Internasional

BETANEWS.ID, PATI – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh SMP Negeri 3 Pati. Kali ini, siswa sekolah tersebut berhasil meraih medali emas pada ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2020, yang diumumkan pada 1 November lalu.

Kompetisi Pameran Sains dan Penemuan Internasional tersebut, diselenggarakan Ikatan Ilmuwan Muda Indonesia (IYSA) bekerja sama dengan beberapa universitas terkemuka, seperti Universitas Diponegoro (UNDIP), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Pertanian Bogor (ITB) serta beberapa universitas dari luar negeri. Yakni dari Malaysia, Turki, Brazil, Macau dan lain sebagainya.

Baca juga : Siswa SD Muhammadiyah Birrul Walidain Raih Medali Perak Lomba Matematika Internasional

-Advertisement-

Dalam ajang tersebut, siswa SMP 3 Pati berhasil menyisihkan 500 tim dari 36 negara yang diselenggarakan di Jakarta pada 25 Oktober hingga 1 November 2021 secara online.

Ada lima siswa yang terlibat dalam temuan sains tersebut. Yakni, Lintang Arthalita Miftania Altaf, Amanda Aninditya Trihapsari, Fernandito Akbar Kurniawan dan Fiqy Trisa Insani.

Pada kompetisi ISIF 2020 itu, siswa SMP 3 Pati mengikutsertakan temuan mereka, yaitu ventilasi udara untuk pasien Covid-19 atau Air Closed Ventilation For Environmental Health A New Era of Covid-19 Disease.

Alat yang mampu membantu pasien Covid-19 ketika sedang isolasi mandiri tersebut, dinilai sangat bermanfaat di tengah pandemi Covid-19.

“Alat ini bekerja memanfaatkan prinsip ventilasi udara buatan, dalam proses pergantian udara di dalam ruangan tertutup, yang menggunakan bantuan peralatan mekanik dengan dilengkapi cairan disinfektan alami dari daun sirih dan minyak kayu putih,” ujar Muhammad Rauf, Guru Pembimbing.

Menurutnya, udara yang dihasilkan alat itu mengandung senyawa zat antiseptik yang dapat membunuh bakteri, namun aman bagi tubuh manusia.

Sementara itu, Ketua Tim Project Sains SMP 3 Pati Fiqy Trisa Insani mengungkapkan, jika pengerjaan projek sains itu memiliki kendala. Di antaranya adalah pembuatan cairan antiseptik dari daun sirih.

“Namun kendala itu bisa teratasi dengan kerja sama laboratorium kesehatan Pemda Pati selama dua bulan,” sebutnya.

Sementara Kepala SMP 3 Pati Rukayah mengatakan,kalau temuan siswanya tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat di tengah pandemi seperti ini.

Baca juga : Bolpoin Pendeteksi Zat Berbahaya pada Makanan Antarkan Pelajar MAN 2 Kudus Juara 2 NYIA 2020

“Jika perlu, nantinya akan dikembangkan di sekolah. Agar nanti pembelajaran tatap muka bisa dilakukan tanpa takut adanya pandemi,” ungkapnya.

Rukayah menambahkan, kalau pihaknya pun akan mendukung dalam upaya pengembangan ke depan. Terlebih untuk keberlanjutan dari penelitian tersebut.

Tidak hanay itu, jika respon masyarakat cukup baik, maka alat bantu bagi penderita Covid-19 bisa dikembangkan lebih lanjut.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER