Harga Terjun Bebas, Petani Singkong di Kudus Menangis

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu terik sinar matahari begitu menyengat. Namun, hal itu tak mempengaruhi kegiatan beberapa pria di area persawahan Dukuh Kadilangon, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus yang sedang memanen singkong. Satu di antara pria tersebut yakni Ilyas (53) petani dan penebas singkong.

Tampak ratusan pohon singkong dicabuti. Kemudian singkongnya satu persatu disempal dan dikumpulkan jadi beberapa bagian. Menurut Ilyas panen singkong tahun ini bikin menangis para petani. Hal tersebut dikarenakan harga singkong yang rendah.

Singkong dari petani yang akan dibawa ke pabrik di wilayah Pati. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Keluh Kesah Pengusaha Gula Tumbu di Kudus yang Terjerat Harga Murah dari Tengkulak

-Advertisement-

“Harga singkong tahun ini hanya berkisar Rp 1.600 per kilogram. Harga tersebut sangat rendah dan bikin petani merugi,” ujar Ilyas kepada Betanews.id, Senin (25/10/2021).

Dia menuturkan, harga tersebut belum bisa nenutupi modal tanam, belum lagi kalau lahannya sewa. Menurutnya, harga setabil singkong dan bisa menutup modal itu minimal Rp 2 ribu per kilogram. Syukur-stukur bisa Rp 3 ribu per kilonya, sehingga petani untung.

“Kalau harga singkong mahal semua bisa untung. Petani untung, penebas juga cari dagangan gampang. Jika harga singkong murah, petani tidak mau jual singkongnya dengan harga murah,” bebernya.

Singkong yang dikumpulkan kemudian dimasukkan ke dalam keranjang dan dipanggul menuju truk. Singkong yang dipanen itu belum begitu tua, baru berusia delapan bulan. Padahal singkong bagus itu umurnya 12 bulan atau setahun.

“Lihatlah mas, singkongnya kecil-kecil dan tidak begitu besar. Ya karena kurang umur, biasanya nanti pengaruh di bobotnya. Ini memang terpaksa dipanen, karena mau ditanami lagi,” ungkap warga Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus tersebut.

Dia mengatakan, saat ini, memanen sekitar empat kotak lahan. Biasanya tanaman singkong ia beli secara borongan saat masih di sawah, dengan harga antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta per kotaknya. Harga tersebut tergantung kondisi tanaman singkong.

“Untuk hasil panen singkong ini saya kirim ke Pati untuk diproduksi jadi tepung. Kata yang memproduksi, harga singkong turun karena saat ini peminat tepung di Pati makin sedikit, sehingga harganya murah,” bebernya.

Baca juga : Prihatin Harga Cabai Rp 6 Ribu Sekilo, Hartopo Borong 2 Kuintal Cabai Milik Warga Desa Kesambi

Dia berharap, agar pemerintah bisa menyetabilkan harga singkong. Agar para petani tidak rugi. Apalagi saat ini harga pupuk juga mahal. Selain mahal, tuturnya untuk mendapatkannya juga susah. Sehingga petani makin menderita.

“Harapannya pemerintah itu memperhatikan nasib para petani, khususnya petani singkong. Harga singkong bisa mahal dan setabil, agar para petani bisa sejahtera,” harapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER