BETANEWS.ID, SOLO – Kasus klaster pembelajaran tatap muka (PTM) di Solo membuat sebagian wali murid khawatir. Namun, bagi sebagian yang lain masih tetep mendukung adanya PTM di kota tersebut.
Salah satu wali murid yang tetap mendukung itu adalah Winarno (44). Ia mengaku tetap mengizinkan anaknya untuk mengikuti PTM di SD Kristen Manahan saat sekolah sudah dibuka kembali. Meski, sekolah tersebut jadi salah satu sekolah klaster PTM.
Menurut Aparatul Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Solo tersebut, SD Kristen Manahan sudah menjalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat.
“Saya setuju ini libur dulu, kembali belajar online untuk mengurangi dampak lebih besar lagi. Selain itu tracing di SD Kristen Manahan lebih cepat, sehingga guru dan anak-anak yang tidak terpapar juga lebih bisa mengantisipasi,” kata dia, Selasa (19/10/2021).
Baca juga: Soal Klaster PTM, Gibran Minta Orang Tua Monitor Aktivitas Anak Ketika di Rumah
Winarno mengaku anaknya yang duduk di bangku kelas VI SD negatif Covid-19. Sementara itu, anaknya yang duduk di kelas II tidak ia izinkan untuk mengikuti swab PCR lantaran dalam kondisi sedang tidak sehat.
“Anak saya hasilnya negatif, yang positif ada yang kelas II sama kelas IV. Ada guru yang ngajar positif itu yang kelas II tapi kebetulan anak saya off, tapi ini kan laporan terkonfirmasi tanggal 15,” ungkapnya.
Dengan penutupan sekolah sementara selama satu bulan ini, Winarno mengatakan hal tersebut bisa menjadi bahan evaluasi ke depan agar sekolah-sekolah bisa menyiapkan protokol kesehatan. Selain itu, orang tua siswa juga dapat lebih mengawasi serta memantau anak-anaknya.
“Selama PTM anak saya antar jemput sendiri. Sekolah sudah menerapkan prokes ketat, sebelum masuk cek suhu, cuci tangan, mengisi daftar hadir, memakai masker, face shield dan jarak bangku juga diatur. Bisa jadi terpaparnya dari luar sekolah, kita kan nggak tahu ya anak main kemana dan prokesnya,” ujarnya.
Baca juga: 4 SD di Solo Ditutup Sebulan Setelah jadi Klaster PTM
Winarno menyebut, peran orang tua murid sangat penting terutama untuk menjaga agar anak-anak agar tertib menjaga protokol kesehatan. Dengan hal tersebut, tentunya diharapkan PTM dapat terus berjalan dengan lancar.
“Ya tergantung orang tuanya juga. Kalau orang tua membimbing anaknya untuk selalu taat prokes, tidak main kemana-mana apalagi abai prokes saya yakin anaknya juga tidak akan terpapar,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

