31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Sempat Takut Karena Terpengaruh Hoaks, Listiani Senang Akhirnya Bisa Divaksin

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa warga lanjut usia (lansia) tampak meramaikan tempat vaksinasi di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Beberapa di antaranya ada yang menggunakan kursi roda dengan diantar keluarganya, sebagian juga ada yang datang sendiri. Salah satu peserta vaksinasi itu adalah Listiani (60), warga Desa Rendeng, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus.

Ditemui usai menjalani vaksinasi, wanita berhijab merah itu mengaku senang akhirnya bisa mengikuti vaksinasi, setelah sebelumnya merasa takut. Rupanya, ia terpengaruh banyak omongan dan informasi bohong yang beredar di masyarakat umum soal efek buruk vaksin.

Lansia di Kudus menjalani skrening kesehatan sebelum divaksin di RS Mardi Rahayu, Sabtu (16/10/2021). Foto: Nila Rustiyani.

“Sudah divaksin, rasanya mantap. Seneng. Dulu menurut cerita-cerita, sempat merasa takut dan ndak pengen. Tapi karena itu (vaksinasi) program pemerintah, ya ikuti saja. Demi keselamatan dan kesehatan, kita ikuti saja. Jadi nggak takut,” katanya, Sabtu (16/10/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Minimalkan Kendala NIK, Vaksinasi Lansia di Kudus Akan Libatkan Disdukcapil

Pelayanan nakes yang ia terima di rumah sakit, ungkap Listiani, sangat ramah dan teratur. Itu membuatnya merasa senang sekali dan semakin percaya diri ikut vaksinasi.

Dari pengalamannya hari ini, ia akan menceritakannya kepada teman-teman dekat dan para tetangganya. Ia ingin memotivasi mereka agar mau divaksin, sehingga tidak ada lagi yang bilang takut divaksin ataupun tidak mau untuk vaksin.

“Akan saya tularkan ke banyak orang, saya akan ajak semuanya. Saya kasih motivasi agar mau divaksin,” ucapnya.

Pelayanan yang ramah dari nakes RSMR juga disampaikan Ida Setiani. Wanita asal Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus juga merasa terbantu dengan pelayanan vaksinasi di RS Mardi Rahayu. Dari ceritanya, Ida ternyata ditolak untuk vaksin, sebab miliki komorbid asma.

Hal baiknya, saat menjelaskan alasannya ditolak ikuti vaksinasi, Ida mengatakan bahwa nakes yang melayaninya sangat ramah dan detail menjelaskan.

“Tadi ditolak vaksin karena komorbid asma. Sekarang udah nggak berasa, tapi tadi pagi agak sesak. Jadi dokter tadi nggak berani,” ungkapnya.

Baca juga: Ikut Vaksin di RS Mardi Rahayu, Lansia Bisa Dapat Voucher Medical Check Up Nilai Total Rp 3,6 Juta

Selanjutnya, Ida pun diarahkan untuk mengecek kesehatannya ke dokter, sampai kondisinya benar-benar sehat hingga siap untuk divaksin.

“Di sini penjelasannya jelas, dijelaskan rinci dan tahu harus bagaimana,” sambungnya.

Meski punya komorbid, itu tak membuat Ida menyerah untuk bisa kembali mencoba vaksin demi kesehatan, meski awalnya ia sempat takut untuk disuntik.

Di sisi lain, Juru Bicara Satgas Covid-19 RS Mardi Rahayu Yuliana Wara menjelaskan, Sejauh ini RS Mardi Rahayu sudah memvaksin 18.650 orang untuk dosis pertama. Itu terdiri dari tenaga kesehatan (nakes), remaja, masyarakat umum, pelayan masyarakat, hingga lansia. Sedangkan untuk dosis kedua sudah ada 14.698 sasaran, dan untuk dosis ketiga terkhusus nakes sudah ada 1.669 vaksin yang disuntikkan.

“Jadi totalnya sudah ada 35.017 dosis vaksin yang sudah kita suntikkan,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER