BETANEWS.ID, KUDUS – Tiga orang pria, terihat sedang memasukkan beberapa cairan ke dalam toples plastik berwarna merah. Setelah semua cairan dimasukan, salah satu dari mereka menuangkan 1/2 kilogram biji kopi dan mengaduknya hingga rata. Kemudian, satu pria lainnya menutup toples tersebut dengan rapat menggunakan solasi. Mereka adalah Muhammad Taufiq, Muhammad Ulil Albab, dan Imam Hafidz, pembuat Muria Aromatherapy berbahan kopi tak layak konsumsi.
Taufiq menjelaskan, pembuatan pengharum ruangan ini berawal dari tugas kuliah di Universitas Muria Kudus. Karena merasa ada peluang usaha di bidang itu, mereka kemudian mulai memasarkan produk tersebut mulai Agustus 2021.

Dalam pembuatan aromatherapy, mereka menggunakan kopi unfilter. Dalam pemilihan kopi unfilter ini, mereka melakukan kerja sama dengan petani kopi di Lereng Muria untuk menciptakan aroma khas Kopi Muria.
Baca juga: Bisnis Buket Mahasiswa Ini Laris Manis, Sering Kewalahan Saat Ada Wisuda
“Karena tidak semua biji kopi bisa digunakan oleh petani, jadi kita memanfaatkan biji kopi yang tidak layak konsumsi. Kami alihkan menjadi produk aromatherapy kopi khas pegunungan muria,” ujarnya, Sabtu (18/9/2021).
Kemudian untuk jenis biji kopi yang digunakan, lanjut Taufiq, mereka menggunakan kopi robusta yang dinilai tidak layak untuk konsumsi. Biji kopi yang dipakai pun, sudah diroasting oleh petaninya.
Sementara itu, untuk pembuatan aromatherapy dilakukan dengan cara fermentasi selama 2 minggu. Bahan campuran yang digunakan untuk proses fermentasi, antara lain methanol, alkohol, bibit kopi, dan ragi.
“Bibit kopi kita pakai dua jenis, yaitu black kopi dan cappucino,” sebutnya.
Taufiq menambahkan, kemudian terkait manfaat dari kopi aromatherapy ini, bisa meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, menghilangkan bau tidak sedap, dan menjadi lebih fresh.
Baca juga: Pot Tanaman Hias yang Cantik Ini Ternyata Terbuat dari Botol Plastik Bekas
“Untuk ketahanannya bisa satu hingga dua minggu. Bisa untuk pengharum ruangan, dengan diletakkan di kipas angin, AC, dan juga bisa untuk pengharum mobil,” beber dia.
Lalu untuk harga satu pak Muria Aromatherapy, dijual mulai harga Rp 10 ribu untuk ukuran mini size (75 gram), Rp 15 ribu untuk ukuran sackcloth (100 gram), dan Rp 20 ribu ukuran big size (150 gram).
“Untuk pemasarannya, kita melalui online, yaitu Instagram @muria.aromatherapy dan Shopee dengan nama sama,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

