BETANEWS.ID, SOLO – Universitas Sebelas Maret atau UNS resmi menggelar kuliah tatap muka pada hari ini, Senin (6/9/2021). Hal itu tertuang dalam surat edaran (SE) mengenai perkuliahan tatap muka. Perkuliahan tatap muka ini diperuntukkan bagi mahasiswa program sarjana dan diploma UNS.
Pada PTM hari pertama, terdapat empat fakultas di UNS yang melaksanakan. Di antaranya adalah Fakultas Hukum (FH), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Keolahragaan (FKOR), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Baca juga : Dua Perguruan Tinggi di Solo Siap Laksanakan PTM
Dalam SE tersebut tertulis, pelaksanaan kuliah tatap muka mengutamakan prinsip bersyarat dan bertahap. Maksudnya adalah ada pembatasan jam kuliah dan ruang kelas hanya diisi maksimal 30 persen dari kapasitas normal.
“Kalau memungkinkan, setelah 30 persen bisa naik lagi ke 40 dan 50 persen. Di samping itu, juga penyelenggaraanya juga harus semua menggunakan tata cara disiplin prokes,” ungkapnya.
Peraturan tersebut sesuai dengan instruksi Rektor UNS Jamal Wiwoho yang menekankan pembukaan PTM harus dilakukan secara perlahan dengan tujuan mencegah mobilitas besar-besaran di dalam lingkungan kampus.
Selain itu, dalam SE tersebut juga tertulis para civitas akademika wajib mematuhi prokes Covid-19. Yunus juga menekankan agar fakultas dan sekolah vokasi melakukan desinfeksi pada ruang perkuliahan dan peralatan praktikum.
UNS juga melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan prokes dan merupakan tanggung jawab dari masing-masing fakultas dan sekolah vokasi serta dekan 1.
“Sivitas Akademika UNS yang melakukan aktivitas di luar kampus harus dalam keadaan sehat dan berdomisili di Solo, Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, dan Klaten,” bunyi surat edaran tersebut.
Mahasiswa yang ingin mengikuti PTM juga harus mendapatkan surat izin dari orang tua atau wali dengan membawa surat persetujuan. Terakhir, mahasiswa yang diperbolehkan melakukan PTM, minimal harus mendapatkan suntikan dosis pertama vaksinasi Covid-19.
Kemudian, terkait dengan scan barcode aplikasi PeduliLindungi, Rektor mengatakan, bahwa pihaknya masih mengusahakan untuk itu. Dirinya berharap, penggunaan aplikasi PeduliLindungi dapat segera direalisasikan di UNS.
Baca juga : PTM Hari Pertama di Solo: Dari Telat, Salah Seragam, Hingga Bajunya Kekecilan
“Hari ini belum, ke depan semoga segera bisa. Kalau yang belum divaksin harus vaksin dulu. Bisa dari UNS, bisa dari Pemkot Surakarta. Mas Gibran kemarin sudah tanya, namun kami belum hitung, karena yang mahasiswa semester I kemarin waktu kita vaksinasi massal kan belum berstatus sebagai mahasiswa,” tambahnya.
Jamal menyebut, bahwa sudah lebih dari 30 ribu dari kalangan mahasiswa, dosen, karyawan, serta keluarga sekitar lingkungan kampus yang divaksin. Dirinya menambahkan, saat ini PTM diprioritaskan bagi mahasiswa di area Solo Raya.
Editor : Kholistiono

