Desa Janggalan Gelar Bazar Murah untuk Meriahkan Buka Luwur Mbah Djenggolo

BETANEWS.ID, KUDUS – Di pelataran Balai Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, terlihat beberapa meja yang tertata rapi. Di meja-meja itu, berbagai produk mulai makanan, baju, tas, dan lain-lain tertata rapi untuk dijual. Itu merupakan bazar yang diselenggrakan pihak desa.

Kepala Desa Janggalan Noor Azis menyampaikan, penyelengaraan bazar murah ini adalah untuk meramaikan buka luwur Mbah Djenggolo yang digelar setiap tahun. Bazar murah ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi UMKM sekitar di masa pandemi.

Beberapa pengunjung tampak meramaikan bazar Desa Janggalan. Foto: Kartika Wulandari.

“Selama diadakannya buka luwur, baru pertama kali ini menggelar acara bazar,” ucapnya Rabu, (01/9/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Belajar Wirausaha dengan Asyik Ala Mahasiswa IAIN Kudus Bersama Alammu

Di bazar yang berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (1-2/9/2021) itu, diikuti warga Janggalan dan ada pondok pesantren yang ikut serta untuk memeriahkan bazar murah ini.

“Di bazar ini ada 10 stan yang masing masing berasal dari warga Janggalan dan Pondok Pesantren Raudhatul Mardiyah,” jelasnya.

Salahs atu peserta bazar Wulan Hijah Fitriani (18) mengaku bersyukur ada kegiatan ini. lantaran, beberapa stok baju toko Wulan Collection laku terjual.

“Ya pastinya sangat senang dengan adanya acara bazar. Karena sejak pandemi, penjualan baju ayah saya sempat menurun, dan alhamdulillah sekarang sudah terjual 25 baju,” ungkapnya.

Baca juga: Sambut HUT ke-76 RI, Warga Desa Janggalan Perindah Jalan dengan Mural 3D

Hal sama juga dikatakan Aslihah Mudhofir (51) ketua Jamiyah Manakib dan Nariyah Desa Janggalan. Ia sangat menyambut baik adanya bazar murah ini, karena ia bisa mengajak teman-temannya untuk lebih produktif lagi.

“Di bazar hari ini, saya mengajak dua santri dan ibu-ibu pengajian untuk berjualan makanan,” ucapnya.

Aslihah juga mengatakan, dirinya menjual banyak jenis makanan, mulai dari rengginang, krupuk ikan, kacang presto, krupuk bawang, tempe gembus, nasi jangkrik, dan aneka botok.

“Sudah ada seratusan lebih yang terjual. Nasi jangkriknya ada 50 bungkus itu yang paling cepet habis,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER