Dengan Modal Rp 1 Juta dari Teman, Tatik Rintis Usaha Fashion dan Kini Sudah Bisa Bangun Rumah

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam sebuah toko yang didominasi warna merah jambu, tampak beberapa perempuan sedang memilih pakaian. Sesekali mereka menanyakan harga pakaian yang dipegang. Sementara perempuan mengenakan daster dengan sabar melayani dan menjawab pertanyaan harga para pelanggannya. Perempuan berdaster itu yakni Hartatik (38) pemilik dari Yasmine Fashion.

Setelah memilih dan cocok, para pelanggan itu pun membeli pakaian yang terpajang di display. Hartatik pun kemudian mengemas pakaian yang dibeli pelanggannya. Usai melayani pembeli, sembari duduk santai perempuan yang akrab disapa Tatik itu pun sudi berbagi kisah tentang usahanya.

Salah satu pembeli sedang melihat koleksi busana yang ada di Yasmin Fashion. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Hobi Desain, Vanhas Sukses Bisnis Custom Fashion Berlabel Wizzi Clothing

-Advertisement-

Dia mengatakan, Yasmine Fashion dirintis sejak tahun 2015. Setelah sebelumnya usaha konveksinya bangkrut karena pakaian yang dibawa para bakulnya tidak dibayar. Sehingga otomatis roda usaha berhenti dan ia pun gulung tikar.

“Waktu itu, sistem bayarnya kan tempo. Pelanggan bawa dulu pakaian yang saya produksi dan bayarnya lain waktu. Namun nahasnya, ternyata para pelanggan pada tidak bayar. Jadinya ya rugi dan usaha konveksi saya berhenti,” ujar Tatik kepada Betanews.id, Sabtu (21/8/2021).

Perempuan yang sudah dikaruniai satu putri itu menuturkan, setelah usaha konveksinya gulung tikar, ia pun tak ada modal. Hingga ada teman kuliahnya yang memberi modal Rp 1 juta untuk memulai usaha. Uang tersebut, kemudian ia gunakan untuk usaha jual aneka jenis pakaian.

“Dulu awal merintis jualan pakaian saya belum punya toko. Saya jualan itu di emper rumah orang tuaku. Terkadang juga kelilingan dari kampung ke kampung,” beber warga Desa Gondangmanis Gang 4, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Setelah punya banyak pelanggan di kampung, Tatik pun mencari peruntungan dengan jualan di pasar, tepatnya di Pasar Gembong, Kabupaten Pati. Menurutnya, di pasar tersebut aneka pakaian yang dijualnya cukup laris, sebab harga yang ditawarkannya lebih murah dari pedagang lainnya.

“Tak mau berpuas diri, di tahun yang sama 2015, setiap Sabtu saya pergi ke wisata Makam Sunan Muria untuk menjual aneka jenis pakaian,” ungkapnya dilanjutkan menawari minum.

Dia mengatakan, berjualan di Wisata Makam Sunan Muria juga lumayan laris. Selain para peziarah, para pedagang di sekitaran tangga menuju makam juga banyak yang membeli pakaiannya untuk dijual lagi.

“Ya, karena aneka pakaian yang saya jual itu harganya lebih murah. Jika para peziarah belinya itu bayarnya tunai, para pedagang bayarnya bisa tempo sebab ambil banyak. Saya juga tidak khawatir mereka kabur, sebab mereka kebanyakan warga setempat dan ada kios di situ,” kata Tatik.

Perempuan dengan rambut dikuncir itu pun bersyukur, usaha kerasnya sudah terlihat hasilnya. Dalam waktu setahun, dari usaha fashion itu ia mampu bangun rumah, beli motor, dan sekarang juga sudah punya toko. Ia pun sangat berterima kasih sama temannya yang sudah menolongnya.

“Temanku itu memang saya anggap malaikat penolong saya. Sampai kapan pun jasanya tidak akan pernah aku lupakan,” ujarnya.

Baca juga : Distro Redshit, Pusatnya Fashion Kekinian Jujugan Remaja yang Pingin Tampil Modis

Tatik mengatakan, Yasmine Fashion menyediakan aneka jenis pakaian untuk pria dan wanita, anak-anak hingga dewasa. Di antaranya, daster, kemeja, celana jeans pendek dan panjang, celana bahan pendek dan panjang, rok, gamis, hijab, tunik, daleman, tas, sandal, sepatu, dan lain sebagainya.

“Pokoknya lengkap sesuai pesanan para pelanggan. Ada produk lokal, import dan pakaian branded yang biasa dijual di mal. Dijamin harganya lebih murah dan terjangkau,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER