Ingin Tularkan Kesuksesan ke Tetangganya, Oni Akan Dirikan Sentra Produksi Batok Kelapa

BETANEWS, KUDUS – Banyak karya berbahan dasar batok kelapa tertata rapi di etalase salah satu rumah di Desa Ngemplak RT 02 RW 01, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Seorang pria di sana tampak sedang menyelesaikan pembuatan mangkuk. Dia adalah Tiar Bahroni (26) pemilik Oni Made Batok Craft.

Seusai menyelesaikan pekerjannya, Oni bersedia menjelaskan usaha batok yang pernah kirim ke Jerman dan India itu. Adapun produk yang sudah ia buat meliputi, tas, hesper, gelang, cincin, gantungan kunci, asbak, tempat pensil, tempat tisu, mangkok, cangkir, gelas, celengan, lampu, jam dinding, centong, sendok, garpu, dan lain sebagainya. Harganya beragam mulai dari Rp 1500 hingga Rp 350 ribu.

Menurutnya, setelah sukses dengan kerajinan batoknya, ia memiliki keinginan untuk membuat sentra produksi batok kelapa di daerahnya. Keinginan Oni ini berawal dari kekhawatiranya kepada generasi muda yang dirasa kurang kreatif, karena kebanyakan dari mereka bekerja di pabrik.

-Advertisement-

Baca juga: Oni Kreasikan Batok Kelapa jadi Aneka Kerajinan yang Keren

Cita-cita ini juga menjadi salah satu motivasi besar dalam menjalankan bisnis. Sempat sesekali dia ingin menyerah, tapi dengan tekad yang kuat untuk mendirikan sentra produksi, dia kembali berjuang.

“Tujuan didirikannya sentra ini adalah untuk membuat tempat olahan kerajinan yang dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Bermanfaat dalam hal ini berarti dapat membantu perekonomian mereka,” bebernya,

Nantinya, Oni akan menjadikan tempat ini sebagai pusat rujukan pembelajaran bagi mereka yang ingin belajar seni terkhusus seni yang berbahan dasar limbah alam. Jadi, di sini Oni tidak hanya menjual produk, melainkan juga menjual keahlian yang dimilikinya.

“Saya cukup sering memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat mengenai cara produksi batok. Selain itu juga ngisi acara pembelajaran dalam bentuk pelatihan atau seminar, seperti di Temanggung, Tanjung Baru, Sumatra Barat, dan sekolah-sekolah,” beber Oni.

Baca juga: Andalkan Medsos, Kerajinan Batok Kelapa Milik Warga Ngemplak Mendunia

Harapan Oni, sentra ini akan berdiri di awal 2022. Tidak hanya menggunakan limbah batok saja, nantinya juga akan ada pemanfaatan limbah alam lain, seperti pelepah pisang, enceng gondok, dan lain-lain.

“Bahan-bahan itu akan dikolaborasikan dengan batok kelapa. Sehingga menjadi produk yang bisa diminati banyak orang dan bisa menembus pasar luar negeri lagi,” tandasnya.

Penulis: Endah Widyastuti (Mahasiswa Magang IAIN Salatiga)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER