BETANEWS.ID, SOLO – Mendekati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia, pedagang bendera musiman tampak di beberapa jalan protokol Kota Solo. Mereka mengaku datang dari luar kota dan setiap tahun selalu berjualan di Solo.
Salah satu penjual bendera kawasan Mangkubumen, Banjarsari, Somad (72) mengaku penjualannya tahun ini menurun drastis dibandingkan waktu sebelum pandemi. Pria yang berasal dari bandung itu sudah berjualan bendera musiman di Solo sejak tahun 80-an. Menurutnya, pendapatan yang ia dapatkan saat ini turun menjadi sekitar Rp 600 ribuan per hari atau turun 25 persen.

“Penjualannya ya kalo dulu lebih ramai. Sekarang PPKM orang-orang pada nggak sebebas kayak dulu. Kalo dulu itu ya lumayan, bisa sejuta sehari. Sekarang mah nggak seberapa,” ungkap dia, Kamis (5/8/2021).
Baca juga: Bisa Jual 100 Bendera Sehari, Ali Bersyukur Pilihannya Merantau ke Semarang Membuahkan Hasil
Somad mengatakan, dirinya dari Bogor bersama beberapa penjual bendera lainnya menyebar ke berbagai kawasan di Solo Raya. Meski masih dalam suasana pandemi Covid-19, itu tak menyurutkan semangatnya berjualan beragam jenis bendera merah putih dan juga umbul-umbul.
“Kalau hari biasa saya jualan di pasar di Bandung sana, ke sini pasti pas sebelum bulan Agustus. Jualan bendera ini ada pengepulnya. Jadi tinggal jualan saja,” ujarnya.
Senada dengan Somad, penjual bendera yang berjualan di kawasan Manahan, Alit Taryana (45) mengaku membuka lapak jualan sejak 25 Juli lalu. Dirinya bahkan mengaku penjualan bendera miliknya menurun hingga 50 persen.
“Sekarang jauh berbeda. Pandemi ini sepi. Kalau biasanya sehari dapet Rp 300 ribu sebelum pandemi, sekarang cuman Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Per hari sekarang ini paling-paling cuma 6 sampai 10 biji,” ungkap Alit.
Baca juga: Jelang HUT RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Piramidanya Bukit Patiayam
Ia mengatakan, bendera yang dijualnya mempunyai bentuk dan ukuran yang bervariasi, mulai dari ukuran 180, 150, 120, dan yang paling kecil 90 sentimeter.
“Bendera ukuran 120 × 90 sentimeter yang paling banyak diminati. Itu biasa dipasang di tiap rumah. Saya jualan dari jam 5 pagi sampai jam 10 malam,” katanya.
Alit mengatakan, pembeli biasanya mengambil bendera secara satuan. Saat ini, tidak banyak orang yang membeli dengan sitem borong.
“Biasannya yang beli satuan. Kalau yang borongan ya ada, tapi jarang sekarang. Tahun kemarin sama sekarang apalagi yang tahun sekarang lebih parah karena jalan-jalan kan ditutup,” tandas dia.
Editor: Ahmad Muhlisin

