BETANEWS.ID, DEMAK – Tradisi tahunan Grebeg Besar yang biasanya digelar pada 10 Dzulhijjah atau Idul Adha di Demak, tahun ini ditiadakan. Ini kali kedua Festival Grebeg Besar ditiadakan sejak pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Pariwisatas Demak Agus Kriyanto mengatakan, pasar rakyat yang biasanya menempati Lapangan Tembiring yang menyuguhkan hiburan, permainan anak-anak, musik dan kuliner ditiadakan. Begitu juga dengan arak-arakan Prajurit Patang Puluhan tepat di perayaan Idul Adha juga ditiadakan.
Acara tahunan tersebut, merupakan salah satu event besar yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Namun, Grebeg Besar kembali ditiadakan karena Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Baca juga : Tradisi Bulusan Ditiadakan, Pedagang Kecewa Kehilangan Momen Panen Tahunan
“Sebenarnya kami menyanyangkan jika event ini kembali ditiadakan. Namun karena masih dalam situasi pandemi Covid-19 dan adanya aturan pembatasan kegiatan masyarakat maka ditiadakan,” ujarnya.
Seperti diketahui, pada zaman dahulu, acara Grebeg Besar ditujukan untuk mengenalkan agama Islam. Adanya acara ini, Wali Songo bisa lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Demak.
Tradisi Grebeg Besar biasanya terdiri atas beberapa acara, yakni melakukan ziarah ke Makam Sultan-Sultan Demak serta Sunan Kalijaga. Kemudian acara pasar malam rakyat, Selametan Tumpeng Songo, kirab budaya maupun penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga.
Tradisi Grebeg Besar tidak dapat dipisahkan dari peran Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam.
Editor : Kholistiono

