Keluh Owner Susu Moeria Terimbas Pandemi, Lini Usaha Food Court Tutup dan Sempat Nol Transaksi

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu Cafe Susu Moeria yang berada di tepi selatan Jalan Pemuda, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tampak lengang. Hanya beberapa pelanggan saja yang datang. Itu pun dengan Sistem take away. Sedangkan beberapa tenant food court Susu Moeria, semuanya tutup. Begitulah gambaran suasana di Cafe Susu Moeria di kala pandemi dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masayarakat (PPKM) Darurat.

Owner Susu Moeria yakni Feliciana Nathali Yuwono (30) mengatakan, pandemi Covid – 19 benar – benar jadi permasalahan bagi usaha Susu Moeria. Menurutnya, sejak ada pandemi, penjualan Susu Moeria turun drastis, bahkan pernah mengalami nol transaksi. Tidak hanya itu, pandemi juga membuat lini usaha food court Susu Moeria tutup, karena tak ada penyewa.

“Pandemi benar – benar jadi masalah besar untuk kami. Penjualan turun drastis, malah pernah nol transaksi. Serta tenant yang ada di Food Court Susu Moeria ini tutup semua,” ujar perempuan yang akrab disapa Felicia kepada Betanews.id, Rabu (14/7/2021).

-Advertisement-
Kafe Susu Moeria terpaksa tutup sementara karena imbas PPKM Darurat. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Demi Tutupi Biaya Operasional, Susu Moeria Harus Rela Jualan di Tepi Jalan

Felicia mengungkapkan, sebenarnya pada masa pandemi meskipun ada penurunan penjualan, tapi keadaannya tak seburuk sekarang. Apalagi saat menuju era new normal itu, pembeli masih diperbolehkan untuk makan di tempat yang penting dengan penerapan prokes ketat. Pembeli yang datang untuk menikmati susu murni segar masih banyak.

“Namun, hal itu berubah saat kasus Covid – 19 di Kudus melonjak paska lebaran. Serta ada PPKM Darurat dan penutupan jalan. Sekarang ya seperti ini sepi pembeli,” bebernya.

Dia mengungkapkan, Sebenarnya, saat itu ada tiga tenant yang akan disewa orang. Namun, di hari pertama PPKM Darurat Cafe Susu Moeria digerebek satgas gabungan covid. Cafe Susu moeria dianggap melanggar aturan karena melayani makan di tempat.

“Padahal pelanggan yang beli itu untuk dibungkus. Karena menunggu susu pesanan, ada kursi pelanggan pada duduk di kursi. Dianggaplah para pembeli makan di tempat. Hingga konsumen kami diusir oleh petugas,” ungkapnya.

Menurutnya, akibat dari peristiwa itu, Cafe Susu Moeria sepi, tiga tenant yang akan disewa dibatalkan untuk sementara. Serta hari berikutnya yakni Senin (5/7/2021) tidak ada pembeli sama sekali. Entah pembeli yang datang untuk dibungkus, atau pembelian melalui ojek online.

“Pada hari Senin itu kami mengalami nol transaksi. Padahal kami tidak tutup,” ungkap Felicia.

Dia mengatakan, pada hari Selasa (6/7/2021) Cafe Susu Moeria tetap buka, ada pembeli take away tapi hanya beberapa orang saja. Dia mengakui, usaha di bidang Food and Beverages (FnB) pemasukan 70 persen adalah konsumen makan di tempat. Kalau disuruh harus take away berarti ia hanya berharap 30 persennya.

“Lha ini diharuskan take away, tapi akses jalan utama ke Susu Moeria ditutup, ya sudah. Penjualan bisa lima persen sudah saya anggap bagus,” tuturnya.

Felicia mengungkapkan, sebelum ada pandemi Covid – 19 Cafe Susu Moeria mampu jual sekitar 800 liter susu setiap harinya. Pada masa pandemi penjualan turun 50 persen jadi 400 liter sehari. Sekarang saat diberlakukan PPKM Darurat, sehari hanya mampu jual susu sebanyak 100 liter.

Baca juga : Susu Moeria, Penuhi Kebutuhan Susu Warga Kudus Sejak 1938

“Itu pun kami harus berjualan menggunakan kendaraan roda tiga di tepi jalan yang tak terimbas penyekatan. Tujuannya, agar konsumen bisa menemukan kita,” jelasnya.

Dia pun berharap, agar pemerintah saat memberlakuan kebijakan harusnya disertai opsi, dan kelonggaran. Semoga saja pandemi segera berakhir dan PPKM Darurat tidak dilanjut. Kalau pun dilanjut, jangan ada penutupan jalan dan usaha FnB tetap diperbolehkan melayani makan di tempat.

“Harapan kami tentu pandemi Covid – 19 ini segera berakhir. PPKM Darurat tidak dilanjut. Serta penjualan penjualan Susu Moeria bisa meningkat lagi,” harapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER