BETANEWS.ID, KUDUS – Di salah satu rumah yang berada di Desa Pedawang, Kecamatan Kota, Kudus, terlihat seorang perempuan sedang sibuk menuangkan minuman berwarna kuning ke dalam gelas plastik ukuran kecil. Selanjutnya, gelas-gelas plastik kecil yang sudah terisi itu dikasih tutup plastik menggunakan mesin perekat. Minuman yang merupakan olahan sari kulit nanas itu, merupakan inovasi terbaru dari Rumah Pojok Kreatif.
Rubiyanti (45) sang pemilik Rumah Pojok Kreatif mengatakan, jika olahan sari kulit nanas tersebut merupakan olahan pertama dan satu-satunya yang ada di Indonesia.
Baca juga : Pertama di Indonesia, Olahan Sari Kulit Nanas Buatan Yanti Ini Kaya Manfaat untuk Kesehatan
“Untuk bahannya saya dapatkan sendiri dari nanas yang sudah saya ambil dagingnya untuk manisan nanas, jadi dijamin kulitnya bersih,” jelasnya, Selasa (06/7/2021).
Alasan dirinya mengolah kulit nanas tersebut, karena banyaknya manfaat yang terkandung di kulit nanas. Di antaranya, dapat meningkatkan imun, menguatkan tulang dan gigi serta memiliki kadar serat lemak padat.
“Untuk jenisnya, saya menggunakan kulit nanas jenis queen grade 13, karena hasilnya lebih manis,” ungkapnya.
Yanti menjelaskan, untuk olahan kulit nanas itu, sebelumnya dilakukan fermentasi terlebih dahulu. Kemudian, air hasil fermentasi itu disaring dan selanjutnya direbus lagi bersama rempah-rempah. Di antaranya cengkeh, kapulaga, kembang lawang, kayu manis, gula aren, dan garam.
Minuman unik ini, menurutnya cukup banyak peminatnya. Dalam satu bulan, Yanti pernah menjual hingga 3 ribu gelas. Sedangkan untuk harga, dirinya membandrolnya Rp15 ribu per paket, dengan satu paketnya berisi 6 pcs.
Untuk ketahananya, minuman sari kulit nanas bisa sampai 6 bulan lamanya. Dan dalam sekali produksi, Yanti bisa membuat hingga 25 liter.
“Sebelum adanya PPKM, saya bisa menghabiskan 100 nanas dalam satu kali produksi,” ungkapnya.
Baca juga : Baru Dua Pekan Produksi, Manisan Nanas Buatan Yanti Ramai Diburu Pembeli
Dan untuk penjualannya, Yanti menjual melalui WhtsApp di 085326827010 dan juga tersedia di beberapa toko oleh-oleh di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.
“Tetapi untuk saat ini, saya masih stop untuk penjualan luar kota, karena sedang ada PPKM Darurat,” jelasnya.
Untuk omzet, kata Yanti, bahwa bisnis olahan Salinas ini cukup menjanjikan. Karena pembuatannya yang sederhana, serta bahannya yang mudah dicari.
Editor : Kholistiono

