Viral Satpol PP Semarang Bubarkan Warung dengan Semprotkan Air, Hendi Naik Pitam

BETANEWS.ID, SEMARANG – Video penertiban PPKM Darurat yang dilakukan Satpol PP Kota Semarang di Kecamatan Mijen, Senin (06/7/2021), viral di media sosial. Dalam penertiban itu, petugas menertibkan warung dengan cara menyemprotkan air.

Video tersebut viral setelah diposting oleh akun instagram @infokejadiansemarang. Selain menyemprotkan air menggunakan mobil damkar, petugas juga terlihat mengamankan beberapa barang yang digunakan untuk jualan.

Sampai saat ini, postingan tersebut sudah dilihat ribuan kali. Video tersebut juga dibanjiri dengan komentar netizen. Bebepa netizen beranggapan bahwa Satpol PP Kota Semarang tajam ke bawah.

-Advertisement-

“Tajam kebawah tumpul keatas yaa pak heheh,” tulis akun @toptopher di kolom komentar.

Baca juga: Akui Salah Prosedur, Kapolsek Bae Minta Maaf Soal Penyitaan Bahan Baku Sate Saat Razia PPKM Darurat

Akun @hilariuserwin beranggapan jika penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Semarang itu tidak manusiawi.

“Parah, menertibkan boleh tapi tidak dengan cara yang tidak manusiawi gitu bos, ia emange kucing disemproti ngono, ” katanya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan tidak pernah memberi perintah penyemprotan pada tempat usaha yang melanggar aturan PPKM Darurat di Ibu Kota Jawa Tengah.

Ditekankan Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu, tindakan penyemprotan tersebut diluar sepengetahuannya, dan tidak sesuai dengan arahan yang telah diberikannya.

Apalagi sebelum viralnya aksi penyemprotan tempat usaha yang melanggar aturan PPKM Darurat, di hari yang sama Hendi juga telah menekankan untuk jajarannya tidak melakukan tindakan yang diluar perintahnya.

Baca juga: Surya Gas Alih Produksi Oksigen Medis untuk Cukupi Kebutuhan Oksigen di Jateng

“Termasuk penyemprotan tempat usaha yang melanggar PPKM Darurat,” jelasnya, Selasa (6/7/2021).

Untuk itu, dia menyayangkan adanya tindakan dari jajarannya yang dilakukan tanpa berkoordinasi terlebih dahulu. Hal itu menurut Hendi membuat upaya penegakan aturan PPKM Darurat di Kota Semarang menjadi kontra produktif, dan tidak mendapat simpati dari masyarakat.

“Saya tegur Kepala Satpol PP, karena Satpol PP secara terang-terangan menyemprot warung-warung yang masih berjualan. Saya rasa masih banyak cara yang bisa kita lakukan, supaya kemudian semua bisa nurut dengan aturan,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER