BETANEWS.ID, KUDUS – Paska lebaran kasus Covid-19 di beberapa wilayah Indonesia melonjak tajam, begitu juga di Kudus. Untuk menanggulangi kasus Covid – 19, pemerintah selalu mengimbau agar warga untuk mematuhi protokol kesehatan, serta mempercepat proses vaksinasi. Namun, di saat pemerintah mempercepat vaksinasi, malah banyak warga yang takut divaksin.
Sebab saat ini, di kalangan masyarakat marak beredar kabar, bahwa setelah seseorang divaksin, hasil tes swab antigen atau tes Swab PCRnya malah jadi positif. Untuk mengetahui kebenarannya, dokter Yuliana Wara selaku PIC Informasi Covid-19 RS Mardirahayu menjelaskan, bahwa vaksin tidak membuat hasil tes swab antigen dan tes swab PCR seseorang itu jadi positif.
“Jadi kabar tersebut harus diluruskan ya. Karena sebenarnya vaksin tidak membuat hasil tes swab antigen dan tes swab PCR seseorang jadi aktif,” ujar perempuan yang akrab disapa Wara kepada Betanews.id, Rabu (16/6/2021).

Baca juga : Antusiasme Warga Kudus Ikut Vaksinasi di RSI Sunan Kudus Sangat Tinggi
Wara mengungkapkan, vaksin Covid yang dipakai di Indonesia adalah vaksin yang menggunakan virus yang sudah dimatikan. Sehingga tidak menyebabkan infeksi Covid – 19 bagi penerima vaksin. Justru lanjutnya, yang terjadi pada penerima vaksin adalah di tubuhnya akan terbentuk anti body atau kekebalan terhadap virus corona.
“Karena vaksin Covid-19 tidak bisa menyebabkan infeksi, maka vaksin juga tidak akan menyebabkan tes swab PCR atau test Swab Antigen pada seseorang yang sudah menerima vaksin jadi positif,” tandasnya.
Beda lagi jika yang diperiksa adalah rapid tes anti bodi. Menurutnya, penerima vaksin di tubuhnya sudah terbentuk anti bodi atau kekebalan terhadap covid. Sementara rapid tes anti bodi itu yang diperiksa dan dideteksi adalah anti bodi terhadap covid tersebut, maka hasilnya akan reaktif.
“Itu justru bagus, sebab hasil reaktif ini menunjukan vaksin sudah berhasil membentuk anti bodi atau kekebalan di dalam tubuh seseorang yang sudah menerima vaksin. Jadi, bahwa vaksin covid 19 menyebabkan tes swab antigan dan tes swab PCR seseorang jadi positif adalah hoax,” kata Wara.
Saat disinggung, kenapa orang yang sudah divaksin saat dites antigen dan PCR hasilnya positif?. Menurutnya, hal itu ada dua kemungkinan. Pertama, seseorang tersebut sudah terinfeksi Covid -19 sebelum divaksin. Namun karena tidak ada gejala, orang tersebut memeriksakan diri.
“Sehingga seseorang itu tidak sadar bahwa dia sudah terinfeksi Covid-19,” ungkapnya.
Kemungkinan yang kedua, kata dia, bisa jadi sesudah vaksin orang tersebut terpapar atau terinfeksi covid 19 pada saat kadar anti bodynya belum optimal. sehingga orang tersebut tetap terinfeksi, maka pada saat dites swab antigen atau tes swab PCRnya hasilnya positif.
“Jadi memang bukan vaksinnya yang menyebabkan hasil tes swab antigen atau tes swab PCRnya jadi positif,” bebernya.
Baca juga : RSI Sunan Kudus Selenggarakan Vaksinasi Selama Sebulan, Semua Warga Bisa Ikut
Dia pun mengimbau kepada masyarakat khususnya warga Kudus agar tidak usah takut untuk ikut vaksinasi. Apalagi sekarang di Kudus juga lagi digalakkan vaksinasi di seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) yang ada. Vaksin yang tadinya diprioritaskan untuk lansia, sekarang untuk masyarakat umum mulai usia di atas 18 tahun.
“Jadi memang harus ikut vaksin. Tidak usah takut, tidak usah khawatir. Sebab vaksin tidak akan menyebabkan positif tes swab antigen atau tes swab PCR. Yang terjadi justru akan terjadi kekebalan,” tutupnya.
Editor : Kholistiono

