31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Pilih Donuhudan untuk Isolasi, Hartopo: ‘Kalau Isolasi Mandiri di Rumah Susah Diawasi’

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo mulai memindahkan warganya yang isolasi mandiri ke Asrama Haji di Donohudan, Boyolali, Minggu (6/6/2021). Hartopo mengatakan, pemilihan Donuhudan dilandasi berberapa alasan yang membuatnya mantap mengirimkan warganya ke sana.

Dikatakan Hartopo, alasan yang paling mendasar adalah Asrama Haji Donohudan memiliki sejumlah fasilitas yang memadai dan standar prosedur sebagai tempat isolasi yang lengkap. Mulai dari tenaga kesehatan, makanan, sarana prasarana, dan segala fasilitas penunjang lainnya. Apalagi, semua kebutuhan pokok seperti makanan, akan disediakan sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Lebih baik untuk dilakukan isolasi mandiri di sana (Donohudan), di sana lebih baik dan sudah dikondisikan semua,” kata Hartopo, Senin (7/6/2021).

-Advertisement-

Baca juga: 11 ASN Kudus yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Diisolasi ke Donohudan

Hartopo menambahkan, ketersediaan tempat tidur di asrama Donohudan, sampai saat ini masih tersisa sekitar 700 tempat tidur. Jika memang nanti dirasa kurang untuk menampung warga Kudus, Kota Semarang siap untuk memberikan bantuan.

Dipilihnya Donohudan bukan semata-mata kehendak pribadinya saja. Hartopo menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil koordinasinya bersama Kapolri, Panglima TNI, Pangdam, dan Kapolda saat melakukan peninjuan ke Kudus beberapa waktu lalu.

Sebab, dari hasil pantuan satgas Covid-19, saat melakukan isolasi mandiri di rumah, tidak ada pengawasan secara khusus terkait pemenuhan protokol kesehatan yang diwajibkan.

“Kita tidak tahu apakah dia (yang isolasi mandiri) komitmen dalam menjalankan isolasi mandiri atau tidak. Maka dari itu kita ajak mereka untuk isolasi di pemusatan yang SOP-nya lengkap,” jelas Hartopo.

Baca juga: 70 Orang dari Kudus Sudah Diisolasi Terpusat di Donohudan

Pada dasarnya, Kudus memiliki tempat isolasi bagi warganya yang tidak bergejala (OTG) Covid-19. Namun, seperti diketahui jumlah pasien yang isolasi mandiri sejauh ini di Kabupaten Kudus sudah mencapai 1.280 orang, dan 414 orang lainnya sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan.

Sedangkan tempat tidur isolasi mandiri bagi pasien OTG, Kabupaten Kudus sendiri telah menyiapkan sekitar 400 tempat tidur di 5 rumah sakit cadangan. Tidak sepadan dengan pasien isolasi mandiri yang banyaknya mencapai 1.280 orang.

“Kalau di Kudus kita keterbatasan masalah sarpras seperti Rusunawa, lalu keterbatasan SDM kesehatan. Obat-obatan kita, lalu kita hanya menyediakan sekitar 400 tempat tidur dari 1.280 pasien yang sedang isolasi mandiri. Karena hal ini memang harus ada pemusatan di tempat lain. Anggaran kita juga sudah mulai menipis, ” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER