BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau tempat karantina di STIE Bank Jateng, Senin (8/12/2021). Tempat yang telah disiapkan Pemprov sejak awal pandemi lalu itu, rencananya akan digunakan untuk isolasi warga positif Covid-19 dari Kudus dan sekitarnya.
Ganjar mengatakan, tempat tersebut belum pernah dipakai sejak disiapkan sekitar setahun yang lalu. Meski begitu, tempat karantina tersebut dinilai sangat layak untuk digunakan.
“Ini ruang yang kita siapkan dulu pada saat tahun lalu covidnya muncul, belum pernah dipakai tempatnya bagus, kemarin saya minta ini untuk dibuka lagi, udah dibersihkan,” kata Ganjar.
Baca juga: 11 ASN Kudus yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Diisolasi ke Donohudan
Ganjar melihat satu demi satu bilik dan tempat tidur isolasi. Serta fasilitas seperti perlengkapan APD hingga MCK. Ganjar menerangkan, lokasi tersebut sudah siap digunakan untuk jadi tempat isolasi terpusat.
“Jadi nanti kalau dari Kudus Demak sekitar Semarang membutuhkan, (tempat) ini sudah siap. Bagus sekali tempatnya, AC-nya juga hidup. Di sini malah ada bednya bagus,” ujarnya.
Setidaknya ada 19 bed isolasi yang siap digunakan di STIE Bank Jateng. Tempat tersebut, tahun lalu disiapkan oleh Pemprov Jateng untuk isolasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jateng yang pulang dari Malaysia.
Namun, meningkatnya kasus COVID-19 di sejumlah daerah Jateng mulai mengakibatkan Bed Ocupancy Ratio di daerah-daerah tersebut mulai penuh. Ganjar pun meminta daerah lainnya untuk gotong royong membantu.
Sebelum ke tempat isolasi tersebut, ganjar menggowes sepedanya menyusuri sudut-sudut Kota Semarang. Setiap menemukan kerumunan, Ganjar menyempatkan berhenti untuk sekadar mengingatkan para warga yang tak menggunakan masker.
Baca juga: Kemenkes Kirim Mobil Laboratorium Bergerak Surveilans ke Kudus
“Ayo ibu maskernya dipakai,” ujar Ganjar mengagetkan warga kelurahan Rejosari, Semarang Timur.
Ganjar terus mengayuh sepedanya menyusuri gang-gang sempit dan menemukan banyak warga yang tak menggunakan masker saat berkumpul. Di wilayah Semarang Timur tersebut, Ganjar menemukan banyak kerumunan yang tak disiplin protokol kesehatan.
“Ibuke nganggo masker ora? Lha ya dipakai, ditutupke (mulut dan hidungnya). Ibuke kok pakai masker kenapa?,” tanya Ganjar menghampiri kerumunan ibu-ibu yang sedang berbelanja.
Dengan santai, Ganjar berdialog dengan ibu-ibu tersebut tentang pentingnya menggunakan masker. Ganjar bahkan mengapresiasi mereka yang menggunakan masker. Salah satunya bernama Barokah.
“Alhamdulillah bisa ketemu pak Ganjar seneng banget. Pesennya ya harus pakai masker, jaga protokol kesehatan, jaga jarak,” ujarnya.
“Biasanya yo pakai, mau ndilalah ketemu pak Ganjar nggak pakai,” ujar ibu-ibu lainnya yang sempat ditegur Ganjar.
Editor: Suwoko

