BETANEWS.ID, SEMARANG – Nasib sial dialami warga Kampung Tambaklorok, Tanjung Emas Kota Semarang. Mereka terpaksa merayakan Syawalan dengan kondisi yang memprihatinkan karena rob. Warga setempat terpaksa memasak ketupat dan lontong di tepi jalan yang terkena rob.
Cara tersebut adalah jalan terakhir mereka merayakan kupatan yang hanya satu tahun sekali itu. Langkah itu diambil, lantaran memasak ketupat di dalam rumah sudah tak memungkinkan, karena hunian mereka terendam air rob setinggi 30-50 sentimeter.

Warga Tambaklorok, Sutrisnah (52) mengatakan, meski penuh dengan keterbatasan, dia tetap semangat merayakan kupatan.
“Tempatnya sudah tak ada. Yang di dalam rumah kemasukan air rob akhirnya kompor tak bisa menyala,” jelasnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (20/5/2021).
Baca juga: Ukuran Ketupat Syawalan Ternyata Lebih Besar Dibanding Idulfitri, Ini Penjelasannya
Warga Tambaklorok lainya, Supriyanti mengaku sulit untuk memasak karena air rob masuk ke dalam rumahnya. Ia mangaku, banjir rob melanda dari pagi sampai malam. Meski demikian, dia mengaku sudah terbiasa dengan keadaan tersebut.
“Pagi sampai malam pasti kondisinya begini (banjir rob). Rob datang dari mulai pukul 10 pagi sampai 7 malam,” ucapnya.
Dia sudah tinggal di Tambaklorok puluhan tahun. Banyak barang yang sudah hilang, dan beberapa yang lainnya tak bisa digunakan karena air rob yang masuk ke rumahnya. Mesin jahit dan sepeda motor miliknya menjadi korban keganasan air rob.
“Ini sudah mesin jahit dan sepeda motor saya tak bisa digunakan. Karatan semua,” paparnya.
Baca juga: Ganjar Minta Bupati dan Wali Kota Antisipasi Keramaian Perayaan Syawalan
Dia mengaku selalu kepikiran soal air rob yang kapan saja bisa masuk ke rumahnya, tanpa pamit dan permisi. Kejadian yang paling memilukan adalah ketika air rob tiba-tiba masuk ke rumahnya ketika dia masih tertidur dengan keluarganya.
“Pernah itu, tiba-tiba air sudah menenggelamkan barang-barang saya ketika tidur. Kulkas padahal sudah kita taruh di tempat yang lebih tinggi juga ikut tenggelam,” ujarnya.
Untuk itu, dia berharap agar Pemerintah Kota Semarang segera memperbaiki sabuk pantai yang ada di Tambaklorok. Menurutnya, rob yang menerjang rumahnya karena tanggul yang jebol sejak tahun lalu.
“Tolonglah pemerintah memperbaiki sabuk pantai yang ada di Tambaklorok,” paparnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

