Penderita Covid-19 di Semarang Didominasi Laki-laki, Ini Sebabnya

BETANEWS.ID, SEMARANG – Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menyebutkan, penderita Covid-19 di Kota Semarang didominasi oleh laki-laki. Ini disebabkan karena kesadaran tentang protokol kesehatan lebih rendah dibandingkan dengan perempuan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, penderita Covid-19 lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan karena mobilitas laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Namun, kesadaran prokes dan higienitas laki-laki lebih rendah.

“Karakter laki-laki cenderung cuek, membuat mereka jadi santai, pakai masker asal pakai tapi tidak sesuai standar. Selain itu, kesadaran cuci tangan atau pakai hand sanitizer rendah pada laki-laki,” jelasnya kepada Betanews.id, Rabu (19/5/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Capaian Vaksinasi Brebes Paling Rendah di Jateng

Selain itu, usia paling banyak yang terpapar Covid-19 di kota Semarang jika ditotal adalah usia produktif. Usia ini memang mempunyai mobilitas yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan mobilitas lansia atau anak-anak.

“Namun ketika terpapar, risiko gejala, keparahan dan kematian lebih tinggi pada usia lansia karena kemampuan metabolisme dan sistem imun pada lansia yang tidak sebaik usia produktif,” ucapnya.

Hal itulah yang menyebabkann kenapa sampai saat ini prioritas vaksin masih pada lansia. Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar sadar untuk disiplin prokes baik yang sudah vaksin ataupun yang belum.

Baca juga: Larangan Mudik Berakhir, Jateng Antisipasi Lonjakan Wisatawan

“Ingat, vaksin bukan membuat kita kebal Covid. Hanya mengurangi gejala dan keparahan ketika terpapar Covid,” imbuhnya.

Berdasarkan data siagacorona.semarangkota.go.id, jumlah laki-laki yang terpapar Covid-19 mencapai 51,7 persen. Sementara, kasus postif Corona, update terakhir pada Rabu 19 Mei 2021 total kasus terkonfirmasi mencapai angka 37.368 dari angka sebelumnya 37.231

Dengan rincian 386 kasus masih menjalani perawatan, 287 dari dalam Kota Semarang, dan 99 berasal dari luar Kota Semarang. Pasien sembuh mencapai 34.110 dan meninggal sebanyak 2.872 kasus.Untuk kasus suspek sebanyak 87 kasus dan probable 17.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER