BETANEWS.ID, KUDUS – Suara mesin jahit terdengar saat memasuki tempat produksi busana muslim yang berada di Desa Janggalan RT 03 RW 02, Kecamatan Kota, Kudus. Di ruangan terpisah, tampak seorang pria sedang sibuk dengan laptop di mejanya. Dia adalah Naufal Haidar (24), Manajer Taneem. Di sela-sela kesibukannya, Naufal begitu dia akrab disapa, berbagi informasi kepada betanews.id tentang model gamisnya yang paling diminati saat ini.
Karena memiliki target pasar para ibu-ibu muda, desain gamis Taneem menyesuaikan selera para konsumennya. Model yang paling hits dan diminati saat ini yakni model yang mewah serta menggunakan bahan borkat dan tile.

Baca juga : Gamis Kekinian di Taneem Ini Laku Keras, Pelanggannya Sampai Luar Negeri
“Untuk model kami mendesain sendiri. Kami membuat produk gamis yang nyaman dan bisa digunakan berbagai acara. Mayoritas model seperti itu yang diminati. Kami juga melihat model-model di media sosial untuk referensi. Karena dalam sepekan Taneem mengeluarkan model baru dua hingga tiga kali,” kata Naufal.
Selain Manajer Taneem, Maulida Arifyani (30), pemilik Ribbie juga mengungkapkan, untuk produk mukena saat ini yang paling diminati adalah warna yang kalem. Dengan bahan kain rayon yang lebih adem, produk mukenanya saat ini laris terjual di pasaran.
“Karena pangsa pasar kami mama muda, lebih suka motif yang segi-segi atau bunga. Tapi jangan warna yang norak atau ngejreng, malah tidak laku. Orang sekarang lebih suka warna yang kalem dan mukena bahan rayon,” ungkapnya saat ditemui beberapa hari lalu.
Ditemui di lokasi yang berbeda, pemilik Lina Livia Hijab juga menyebutkan produk hijab yang saat ini paling diminati. Dari puluhan model hijab produknya, setidaknya ada eman yang paling diburu pelanggan.
“Di antaranya model Alyana, Franda, Kalena, Ayesia Jumbo, Pasmina Crochet dan One Set Amoera. Setiap satu pekan sekali, kami keluarkan model baru. Menjelang lebaran ditambah gamis juga mengeluarkan model baru,” tambah perempuan yang akrab disapa Bune itu.
Baca juga : Penjualan Mukena Melonjak Hingga 75 Persen, Model Andin Paling Laris
Untuk desain, Bune mengerjakan sendiri. Meski mencari referensi dari internet, dirinya tetap melakukan inovasi sesuai seleranya.
“Desainernya saya sendiri, dengan referensi dari internet kemudian saya inovasi warna sesuai selera saya. Tetapi pakaian sekarang sudah di bantu desainer dari Jepang, teman saya saat kuliah desain dulu,” jelas warga Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus itu.
Editor : Kholistiono

