Harga Jual Tinggi, Petani Melon Kudus Mampu Raup Ratusan Juta Sekali Panen

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Mejobo, Kelurahan Mlati Norowito, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, tepatnya di depan SMK Wisudha Karya tampak beberapa orang sedang sibuk menimbang buah melon dan kemudian dinaikkan ke atas bak truk. Sedangkan di sawah, beberapa pria dengan cekatan memetik buah bernama ilmiah Cucumis melo itu. Satu di antara pemetik adalah Suwondo (40) petani melon.

Seusai memetik buah melon, Suwondo pun istirahat di tepi sawah miliknya yang ditanami melon tersebut. Di sela istirahatnya, ia pun sudi berbagi penjelasan tentang tanaman melon. Ia menuturkan, saat ini lagi proses memanen buah melon. Dia bersyukur melon yang ditanam di lahan satu hektare sudah panen, dan hasilnya pun bagus.

Proses pemanenan melon yang dibudidayakan di lahan sawah. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Budidaya Melon Secara Hidroponik Diklaim Lebih Menguntungkan dari Cara Konvensional

-Advertisement-

“Ya mas ini saya lagi panen melon seluas satu hektare. Dari lahan seluas itu, melon yang saya panen bisa dapat 30 ton,” ujar Suwondo.

Suwondo mengungkapkan, jika hasil panen melonnya musim ini lagi bagus. Setiap buah melon beratnya bisa dua hingga tiga kilogram. Selain hasil buahnya bagus, harga jualnya juga lumayan tinggi. Melon yang dipanen di sawahnya itu dihargai Rp 7 ribu per kilogram. Bila dikalikan 30 ton, panen melom musim ini ia bisa mendapatkan uang Rp 210 juta.

“Ini panen melonnya bagus mas. Harganya juga tinggi Rp 7 ribu per kilogram. Padahal biasanya, harga melon dari sawah itu hanya kisaran Rp 3 ribu sampai Rp 4 ribu per kilogram,” beber ayah yang sudah dikaruniai dua anak tersebut.

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu mengatakan, menanam melon hingga panen butuh waktu sekitar dua bulan. Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk menanam melon seluas satu hektare sekitar Rp 100 juta. Jadi ia masih dapat keuntungan bersih sekitar Rp 110 juta.

“Modal Rp 100 juta tersebut sudah termasuk ongkos sewa lahan. Alhamdulillah panen melon kali ini saya dapat hasil banyak,” ujarnya.

Suwondo menuturkan, bertani melon sejak 2005. Sebelum jadi petani melon, dulunya ia kerja ikut orang selama dua tahun. Setelah paham dan punya modal, Suwondo pun mulai menanam melon dari sedikit. Mulai dari satu kotak, dua kotak hingga sekarang bisa menanam melon satu hektare.

“Saya bertani melon itu sudah puluhan tahun. Bisa dikatakan sudah banyak makan asam garam dalam bertani melon. saya pun pernah merugi. Namun, kalau dikalkulasi lebih banyak untungnya,” ujarnya.

Baca juga : Ganjar Takjub Inovasi Petani Muda Asal Kudus, Tanam Melon Tanpa Pestisida

Dia mengaku, lebih memilih bertani melon dari pada komoditas lainnya. Sebab melon kata Suwondo, masa panen melon pendek hanya dua bulan. Sedangkan keuntungan yang didapat itu cepat. Bisa puluhan hingga ratusan juta rupiah sekali tanam.

“Bertani melon itu pas untung itu langsung banyak. Namun modalnya juga banyak. Pupuk subsidi juga terkadang langka, untuk perawatan melon ini, saja menggunakan pupuk nonsubsidi yang harganya jauh lebih mahal. Alhamdulillahnya panennya bagus dan harga jualnya tinggi. Sehingga masih bisa nutup modal bahkan untung,” tutup Suwondo yang mengaku melon yang ditanam itu jenis pertiwi.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER