Ribuan Santri di Kudus Pilih Mudik Lebih Awal

BETANEWS.ID, KUDUS – Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 16 tahun 2021 tentang Larangan Mudik Lebaran sejak tanggal 6-17 Mei 2021 mendatang. Sebelum SE itu resmi diterapkan, ribuan santri pondok pesantren (ponpes) berbondong-bondong tinggalkan Kabupaten Kudus menuju kampung halaman masing-masing.

Fenomena itu disampaikan langsung oleh Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Sulthon. Pihaknya, katanya sudah mengumumkan terkait larangan mudik tersebut. Hal itu, membuat ribuan santri memilih untuk mudik lebih awal sebelum dilarang.

Baca juga : Minta Santri Tak Mudik Lebaran, Ganjar: ‘Video Call Saja’

-Advertisement-

“Memang ada sejumlah santri yang pulang lebih awal. Ada sembilan ribuan santri yang mudik lebih awal semenjak tanggal 26 Maret 2021 lalu,” katanya, Jumat (30/4/2021).

Sebelum para santri pulang, Sulthon berpesan agar mereka tetap menjaga kesehatan. Tetap mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan dan mengikuti arahan Satgas Covid-19 di kampung halaman mereka masing-masing.

Begitupun pondok pesantren di Kudus. Bagi Sulthon, banyak ponpes yang sudah sadar untuk menerapkan prokes secara ketat, demi tidak menciptakan kluster baru penularan virus Covid-19 di pondok pesantren.

“Sejauh ini penerapan prokes di ponpes sudah bagus. Mereka sudah sadar dan ekstra hati-hati dalam penerapan prokes. Karena mereka tidak ingin ada penularan di ponpes,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengurus Ponpes Assa’idiyyah Susanto mengamini apa yang disampaikan Kemenag Kudus. Bahwasanya memang semenjak sebelum Ramadan, sudah ada beberapa santrinya yang memilih mudik lebih awal demi menghindari larangan mudik.

“Ada sekitar 25 santri putra yang pulang dan santri putri sekitar 20 orang. Sekarang yang masih di pondok sekitar 125 santri, ” katanya saat dihubungi.

Baca juga : Santri Pondok Assalam Mulai Berdatangan, Petugas Puskesmas Lakukan Skrining

Para santri yang pulang lebih awal, kata Susanto berasal dari berbagai daerah. Seperti Jambi, Sumatera, dan Kalimantan. Mereka pulangnya pun menggunakan bus, pesawat, hingga kapal.

“Nanti mereka kembali ke pondok akhir bulan Mei. Kalau yang masih di pondok, kebanyakan dari sekitar Kudus saja, ” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER