Ansor Semarang Polisikan PT Tiga Serangkai

BETANEWS.ID, SEMARANG – Setelah ramai soal terbitan PT Tiga Serangkai tahun 2020 yang menyebut Ganjar tidak pernah bersyukur dan setiap Idul Adha, tidak pernah berkorban dan tidak pernah sholat, kini perusahaan tersebut kembali dilaporkan ke polisi karena menerbitkan buku agama kelas 3 SMK di Semarang yang mengarah pada ajaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Ketua GP Ansor Kota Semarang, Rahul Saiful Bahri mengatakan, jika pihaknya melaporkan PT Tiga Serangkai lantaran di dalam buku tersebut terdapat link yang mengarah ke situs www.dakwahtuna.com yang menurutnya berisi konten-konten HTI.

“Kita melaporkan penerbit itu karena menerbitkan buku yang di dalamnya mengarah ke ajaran HTI,” jelasnya, Selasa (16/03/2021).

-Advertisement-

Dia melaporkan menerbit PT Tiga Serangkai karena buku agama terbitannya mengarah ke ajaran organisasi yang sudah dilarang di Indonesia, yaitu HTI. “HTI adalah organisasi terlarang di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga : Viral Buku SD Sebut Ganjar Tidak Pernah Salat, Ketum Seknas Jokowi Jateng Cium Aroma Politik

Berdasarkan informasi yang dia dapatkan, buku agama tersebut sudah diterbitkan sejak tahun 2012. Sampai saat ini, buku tersebut sudah mmenyebar ke beberapa daerah termasuk Kota Semarang.

“Saat ini buku tersebut sudah menyebar ke Jateng, DIY dan Jabar,” imbuhnya.

Hari ini, pihaknya sudah melaporkan temuan tersebut ke Polda Jateng. Selama satu minggu, pihak Polda Jateng akan melakukan pengkajian sebelum akhirnya ditindaklanjuti.

“Ini meresahkan kalau buku itu masih menjadi referensi, apalagi di dalamnya diarahkan untuk membaca refrensi HTI yang mengarah ke radikalisme,” pungkasnya.

Untuk itu, dia meminta polisi untuk memeriksa dan mengevaluasi buku agama terbitan PT Tiga Serangkai yang mengarah ke ajaran organisasi terlarang itu.

Dia menambahkan, adanya buku tersebut berbahaya, lantaran mengandung ajaran intoleransi dan radikalisme. Bahkan, buku agama tersebut juga menerangkan soal hubungan kiai dan santri dengan narasi yang berbahaya.

“Di situ menyebut kalau santri itu penakut karena tak berani melawan kiai,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER