BETANEWS.ID, SEMARANG – Padi yang ditanam dalam pot kayu tampak menghiasi halaman depan Balai Kota Semarang. Tanaman yang tak biasa ditanam di lahan gedung itu sontak membuat banyak pengunjung keheranan dan mampir untuk swafoto.
Padi tersebut merupakan inovasi terbaru Dinas Pertanian Kota Semarang untuk mengedukasi warganya. Selain itu, padi itu juga bisa jadi dekorasi menarik yang melengkapi keelokan Balai Kota Semarang.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur menjelaskan, padi yang ada di Bali Kota Semarang itu dilengkapi dengan teknologi QR Code. Hal itu ditujukan agar warga yang datang ke kantor Wali Kota Semarang dapat mempelajarinya.
Baca juga: Rela Tinggalkan Pekerjaan Satpam, Ismanto Kembangkan Sawo Raksasa yang Kini Omzetnya Puluhan Juta
“Tanaman padi tersebut kita sambungkan dengan teknologi QR Code agar masyarakat tahu jenis tanaman yang ada di sini,” jelasnya, Jumat (05/03/2021).
Tak berhenti di padi, pihaknya juga berencana akan menanam sekitar 6 ribu pohon sukun dengan harapan dapat menggantikan beras sebagai makanan pokok di Kota Semarang. Untuk itu, dia mengajak masyarakat ikut andil dalam penanaman tersebut.
“Ini juga terbuka untuk masyarakat, jika ada yang mau berkontribusi, kami sangat terbuka,” ucapnya.
Bahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan pelatihan petani kota di setiap sepekan sekali di Urban Farming yang ada di kebun pojok Jalan Menteri Supeno.
“Kita juga menyiapkan pelatihan di Urban Farming Corner jika ada warga yang tertarik,” imbuhnya.
Baca juga: Dua Lapangan di Semarang Tak Hanya Dijadikan Pusat Olahraga, Tapi juga Resapan Air
Salah satu warga, Ahmad Baihaqi mengaku senang dengan adanya tanaman yang ada di Balai Kota Semarang. Menurutnya, banyaknya tanaman akan membuat suasana kantor pemerintahan lebih nyaman dan asri. “Kalau banyak tanaman kan adem dilihatnya,” katanya.
Dia berharap agar Pemerintah Kota Semarang menambah jumlah dan jenis tanaman yang ada di Kantor Wali Kota Semarang, agar warga juga bisa belajar ketika datang ke kantor tersebut.
“Jadi kalau ke sini kan tak hanya urusan pemerintahan saja, namun juga bisa belajar soal tanaman,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

