BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menjadikan Lapangan Mebau dan Gaharu yang berada di Kecamatan Banyumanik sebagai resapan air. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mengantisipasi banjir.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, dua lapangan tersebut tak hanya digunakan sebagai fasilitas publik. Namun juga digunakan sebagai resapan air untuk penanggulangan banjir.
“Dua lapangan tersebut juga akan digunakan untuk resapan banjir di daerah tersebut,” jelasnya, Kamis (04/03/2021).
Baca juga : Jalan Kaligawe Rusak Parah, Pengendara : ‘Kalau Lewat Sini Saya Istigfar, Biar Selamat’
Menurutnya, hal itu sesuai dengan misinya dalam membangun Kota Semarang yang berwawasan lingkungan pada periode pemerintahannya yang baru mulai 2021 – 2026 mendatang.
Dua lapangan yang dijadikan resapan air tersebut akan membantu beberapa embung, kolam retensi dan waduk yang sebelumnya sudah ada. Meski demikian, dia mengaku masih banyak hal yang harus ditingkatkan agar Kota Semarang semakin baik.
“Salah satu fokus saya saat ini adalah terkait sistem resapan di Kota Semarang,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang Kota Semarang, Irwansyah mengaku optimis dapat merealisasikan target tersebut. Pihaknya akan memulai pembangunan pada bulan April 2021.
“Rencana proses pembangunan akan dimulai bulan April mendatang dengan diawali penyusunan DED. Kami berharap prosesnya lancar, dan pembangunan dapat terselesaikan pada akhir tahun 2021,” terangnya.
Baca juga : Temukan Pompa Nganggur Saat Cek Banjir, Ganjar: ‘Kalau Cuaca Bagus, Mbok Ya Genangannya Disedot’
Selain itu, agar pembangunan tersebut juga dapat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, dia juga meminta agar jajarannya mengakomodir masukan warga yang menginginkan adanya shelter UMKM.
“Pusat kegiatan masyarakat memang memiliki potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan, kalau ada usulan dari masyarakat seperti itu tentu saja justru positif, nanti kami sinergikan,” imbuhnya.
Editor : Kholistiono

