BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pria tampak menerjang banjir sembari menarik rakit berpenumpang di Dukuh Tanggulangin Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Setelah sampai di jalan raya, warga yang sedang sakit itu dinaikan ke Ambulans. Warga yang sakit tersebut bernama Sutrimo.
Di atas mobil ambulans, Sutrimo sudi berbagi penjelasan tentang keadaannya. Dia mengatakan, sudah tiga hari demam. Tadi pagi ia berbicara kepada istrinya kalau keadaannya tambah parah. Istrinya pun berinisiatif untuk mengabari pihak desa. Tak lama setelah itu, kata dia, tim kesehatan pun datang ke rumahnya untuk memberi pertolongan.
“Yang saya rasakan itu demam. Badan lemas, dan pusing. Memang saya itu punya riwayat penyakit tipes,” ujar Sutrimo kepada awak media, Senin (8/2/2021).
Baca juga: Banjir di Jalan Pantura Tanggulangin Kudus Tak Kunjung Surut, Lalu Lintas Tersendat
Satu di antara pengevakuasi yakni Muhammad Sugiyanto yang juga perangkat desa menuturkan, Sutrimo merupakan warga RT 5, RW 3 Dukuh Tanggulangin. Menurutnya, yang bersangkutan sudah sakit beberapa hari. Tadi pagi pihak keluarga mengabari kondisi Sutrimo ngedrop.
Lebih lanjut, kata dia, setelah tim medis datang dan mengecek keadaan Sutrimo, tim medis memutuskan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus. Karena di desa tersebut perahunya terbatas dan saat itu digunakan oleh tim medis. Maka untuk evakuasi Sutrimo yang sakit menggunakan rakit ban.
“Karena tidak ada perahu. Kami pun mengevakuasi dengan alat seadanya. Adanya ban ya kami gunakan ban,” bebernya.
Baca juga: Dua Pekan Kebanjiran, Warga Tanjungkarang Hanya Pasrah, Bantuan Juga Tak Pernah Ada
Pantauan di lokasi, Sutrimo dievakuasi menggunakan dua ban yang atasnya diberi kayu sebagai alas duduk. Proses evakuasi tersebut tampak tidak mudah, karena harus menerjang banjir setinggi sepinggang orang dewasa.
“Butuh waktu sekitar 30 menit untuk mengevakuasi Sutrimo dari rumahnya ke Gerbang Kudus Kota Kretek. Alhamdulillah proses evakuasi selamat dan semoga Sutrimo lekas sehat,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

