BETANEWS.ID, DEMAK – Tampak puluhan orang berdiri di jembatan berwarna biru yang melintang di antara Desa Ngemplik Wetan dan Desa Undaan Lor, Karanganyar, Demak, Minggu (31/1/21). Air Sungai Jratunseluna terlihat menyentuh jembatan itu. Bahkan air sungai sudah meluber membasahi ke kedua desa tersebut.
Sukardi (65), selaku Kadus Ngemplik Wetan, mengaku sudah memantau sejak pagi. Katanya, sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB air berangsur-angsur naik. Dan saat ini warga sedang siaga.
Baca juga: Takut Jebol Lagi, Kades Pasuruhan Lor Minta Tanggul Sungai di Dukuh Goleng Dibeton
Menurutnya, jika air terus naik seperti saat ini, tanggul sudah tidak bisa diselamatkan. Air sudah mulai meluap sedikit demi sedikit dan pihaknya hanya bisa berusaha dengan peralatan dan bahan seadanya.

“Sepertinya tidak bisa diselamatkan, ini tinggal menunggu adu bejan saja. Yang jebol tanggul Desa Ngemplik Wetan atau Desa Undaan. Tapi kami sedang mengupayakan untuk membendung, perangkat desa dibantu para pemuda sedang bergerak mencari karung, tanah atau pasir,” terangnya sambil tergesa-gesa.
Sebelum meninggalkan jembatan, Kardi melanjutkan, jika hal yang dikhawatirkan yakni para perani. Karena padi di sana sudah hampir panen. Dia khawatir akan gagal panen jika sawah terendam banjir.
Baca juga: Volume Air Lebihi Batas Normal, Pintu Bendungan Wilalung Dibuka
“Kalau warga dan barang mungkin bisa diselamatkan. Tapi sawah ini yang repot, sudah hampir panen. Tinggal kurang beberapa pekan mungkin sudah panen ini,” bebernya.
Sebelumnya tanggul di sana belum pernah jebol, dan pihaknya berharap air segera surut. Dia juga meminta agar warga tetap tenang meski harus waspada jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sepertinya sih tanggul sini belum pernah jebol. Dan kami berharap semoga tidak jebol,” tambahnya.
Editor: Suwoko

