BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah buah-buahan tampak di Kelenteng Hok Hien Bio di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (28/1/2020). Seorang pria berkacamata tampak sedang menata buah di sana. Dia yakni Samuel Hidayat (31), Ketua Persatuan Budha Indonesia (Permabudhi) Kudus.
Usai menata buah, pria yang akrab disapa Sammy itu berbagi penjelasan kepada betanews.id tentang kegiatan Bwee Gee. Katanya, di tahun 2021 kegiatan tersebut akan digelar dengan sederhana.
“Perayaan Bwee Gee tahun ini digelar sederhana, tidak ada kirab seperti biasanya. Karena pandemi Covid-19 jadi kami khawatir mengundang kerumunan. Kegiatan malam ini juga dibatasi waktunya dan protokol kesehatan yang ketat,” terangnya.
Baca juga : Doa Bersama Lintas Agama, Minta Indonesia Bebas dari Bencana
Ia juga menjelaskan, bahwa Bwee Gee merupakan wujud terima kasih oleh umat kepada Yang Mulia Kongco Hok Tek Tjing Sin (Dewa Bumi) karena telah diberi rezeki. Perayaan dilakukan dengan doa bersama selama satu jam. Diawali berdoa di altar Kelenteng Hok Hien Bio, lalu masuk ke Dewa Pintu (Men Shen) dan dilanjutkan berdoa ke Dewa Bumi.
“Setelah doa bersama, kegiatan hanya diisi dengan ramah tamah sambil menyantap makanan yang disediakan. Kalau biasanya bisa hingga larut malam, ini kami batasi maksimal pukul 21.00 WIB,” bebernya.
Sammy melanjutkan, dalam persembahan tersebut, mereka menyiapkan sejumlah makanan hasil bumi berjumlah ganjil. Di antaranya ada Jamur, jeruk, pisang, pir dan apel.
“Selain itu juga ada manisan dan moho miku. Untuk jenis buah dan makanan hasil bumi tidak ada ketentuan jenis, yang penting jumlahnya ganjil, kemudian ditambah manisan dan moho miku,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

