BETANEWS.ID, KUDUS – Tampak seorang pria mengenakan baju batik bertuliskan Harley Davidson keluar dari Command Center Dinas Kominfo, Kabupaten Kudus. Dia adalah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo. Ia berbagi penjelasan terkait rencana pembelajaran tatap muka di Kudus.
Hartopo mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya lebih fokus pada penekanan kasus Covid-19 di Kudus. Sehingga belum ada rencana untuk kegiatan belajar tatap muka. Pemkab Kudus masih menunggu kasus Covid-19 menurun dan Kudus berada di zona kuning terlebih dahulu.
Baca juga : SMKN 1 Kudus Gelar Simulasi Belajar Tatap Muka, Jadi Sekolah Percontohan di Jateng
“Nunggu kuning dulu. Kira-kira sudah di bawah 50 kasus positif, Insyaallah sudah berani pembelajaran tatap muka,” ujarnya kepada betanews.id, Jumat (13/11/2020).
Plt Bupati Kudus itu juga meminta, agar masyarakat Kudus bisa disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Hal ini akan sangat membantu pihaknya untuk menekan kasus Covid-19 di Kudus. Sehingga Kudus bisa segera melaksanakan pembelajaran tatap muka.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin, tapi masyarakat harus ikut serta dalam menuju zona kuning ini. Disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Baik di dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan juga tetap menjaga jarak,” tegasnya.
Dalam upaya menekan risiko kematian kasus Covid-19, pihaknya melakukan skrining massal dengan cara swab. Jika masyarakat sudah disiplin menjalankan protokol kesehatan dan Kudus memasuki zona kuning, baru pemkab akan merencanakan skema pembelajaran tatap muka.
“Risiko kematian harus kami tekan. Mungkin dalam sepekan maksimal ada dua hingga tiga, itu sudah lumayan. Sekarang ini sepekan masih ada 10 hingga 15, semoga kasus di Kudus segera turun agar bisa menggelar pembelajaran tatap muka lagi,” terangnya.
Baca juga : Jateng Akan Tambah Jumlah Sekolah dan Siswa untuk Belajar Tatap Muka
Dia juga membeberkan, jika tren kasus Covid-19 di Kudus saat ini malah cenderung meningkat. Dan Kudus hingga saat ini masih belum bisa keluar dari zona oranye.
“Kasusnya ini masih cenderung naik lagi, sempat turun tapi sekarang di angka 150an kasus aktif. Jadi mari sama-sama kita tekan agar bisa memasuki zona kuning,” ajaknya.
Editor : Kholistiono

