31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

SMKN 1 Kudus Gelar Simulasi Belajar Tatap Muka, Jadi Sekolah Percontohan di Jateng

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah siswa mengenakan jilbab dan baju seragam warna putih tampak berbaris di depan pintu gerbang. Setelah dicek suhu badan, mereka kemudian antre untuk cuci tangan. Siswa tersebut tak lain adalah murid SMKN 1 Kudus yang saat ini sedang melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka.

Di sisi lain, seorang wanita paruh baya terlihat menegur dan menjelaskan kepada siswa yang terlihat berkerumun di area sekolah itu. Dia adalah Nining Pujiningsih, Waka Humas yang sedang melakukan pengecekan proses pembelajaran. Setelah selesai mengecek, Nining begitu akrab disapa berbagi penjelasan kepada betanews.id tentang simulasi kegiatan pembelajaran tatap muka di SMK tersebut.

Proses belajar tatap muka di SMKN 1 Kudus, Selasa (03/11/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

Sebelum terpilih menjadi objek simulasi pembelajaran tatap muka tahap dua, pihaknya mengikuti seleksi terlebih dahulu. Dalam proses seleksi diperlukan presentasi kesiapan terkait pembelajaran tatap muka. Selain itu, pihaknya juga mengirimkan proposal dan mengirimkan perizinan ke orang tua serta gugus tugas Covid-19 Kabupaten Kudus.

-Advertisement-

Baca juga: Masih Dikaji, Belajar Tatap Muka di Kudus Tunggu Izin Plt Bupati

Ia juga menjelaskan, hal yang paling sulit dikendalikan dari peserta didik yaitu kerumunan. Apapun kondisinya, pihak sekolah akan terus mensosialisasikan. Pihaknya juga sudah menyiapkan spanduk kampanye protokol kesehatan.

“Pada tahap dua di Jawa Tengah ada tujuh sekolah, dan kami menjadi salah satunya. Di hari ke dua ini alhamdulillah berjalan dengan lancar. Paling ada sedikit kendala pada anak-anak yang berkerumun, karena lama tidak bertemu mungkin. Tapi kami sudah ada petugas yang mengingatkan untuk selalu menjalankan protokol kesehatan.” Jelasnya, Selasa (3/11/2020).

Nining menambahkan, jika fasilitas di dalam ruangan sudah disiapkan sesuai protokol kesehatan. Mulai meja, kursi, satu bangku untuk satu siswa, kemudian pengukuran suhu badan, fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer juga sudah siap.

“Satu kelas hanya 50 persen, jika biasanya satu kelas 36 siswa, kali ini 18 siswa. Dalam sehari kami ada 6 kelas, 50 persen mulai pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB. Kemudian dilanjutkan kelas ke dua pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB, di ruang yang berbeda,” kata warga Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu.

Baca juga: SMK Wisuda Karya Kudus Sudah Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

Setelah digunakan, lanjut Nining, kelas akan langsung dibersihkan dengan disinfektan dan digunakan untuk hari berikutnya. Jadwal simulasi pembelajaran tatap muka akan diutamakan pembelajaran yang butuh praktik karena sulit untuk daring. Simulasi yang rencananya dilaksanakan selama dua pekan itu akan ada evaluasi sepekan sekali.

“Jam pertama dan kedua menggunakan kelas yang berbeda, karena setelah digunakan langsung kami sterilkan lagi. Di sini ada 6 jurusan dengan 44 kelas. Jadi diutamakan pembelajaran yang butuh fasilitas praktik dan sulit untuk daring,” tuntasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER