BETANEWS.ID, PATI – Suara tawa anak-anak begitu riuh di depan rumah yang berada di Desa Pagerharjo, RT 02/RW 03, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Mereka terlihat sedang memainkan beberapa permainan tradisional dengan penuh kegembiraan. Terlihat pula seorang pria sedang mengawasi anak-anak tersebut. Ia adalah Muhammad Toyyib (38).
Kepada betanews.id, Toyyib bercerita, jika awalnya ia melihat anaknya yang masih kecil mulai jenuh pada masa pandemi ini harus belajar secara daring. Untuk mengatasi kejenuhan itu, anaknya lebih sering bermain game dan handphone, sehingga jarang berinteraksi dengan teman-temannya.

Baca juga : Polsek Undaan Sediakan WiFi Gratis untuk Belajar Daring
“Kemudian terpikir oleh saya untuk membuatkan mainan dan mengajarkan permainan tradisional. Karena permainan ini bisa dilakukan oleh orang banyak,” ujar Toyyib, Senin (26/10/2020).
Ada beberapa permainan tradisional yang dikenalkan kepada anak-anak, di antaranya gangsing, egrang, lompat tali, kelereng dan permainan tradisional yang lainnya.
Awalnya, ia hanya membuat gansing saja. Namun, melihat antusias dari anak-anak, ia kemudian mengajarkan anak-anak untuk belajar membuat permainan tradisional lainnya.
Mengingat di masa pandemi ini, Toyyib juga menerapkan protokol kesehatan yang berlaku, seperti mengimbau agar anak-anak memakai masker, mencuci tangan sebelum bermain, serta menjaga jarak saat bermain. Ia berupaya agar anak-anak bisa tetap berinteraksi dengan teman-temannya dan tidak jenuh dan hanya bermain gawai.
Toyyib berharap, ke depannya ia bisa membangun rumah bermain untuk anak-anak, agar mereka bisa bermain permainan tradisional. Ia ingin anak-anak bisa membuat dan memainkan, sekaligus melestarikan permainan tradisional.
“Tujuan saya yang pertama untuk melestarikan permainan tradisional dan yang kedua, agar anak-anak bisa mengisi kejenuhan di sela-sela belajar secara daring,” ucapnya.
Baca juga : Board Game, Permainan Seru yang Sejenak Bisa Lepaskan Ketergantungan dari Gawai
Salah satu anak, yaitu Amanda (12), mengaku senang bisa bermain permainan tradisional. Sebab, di sana ia bisa bermain dan berkumpul bersama teman-temannya.
“Saya senang bermain lompat tali dan permainan tradisional lainnya dibandingkan bermain handphone. Selama belajar secara daring dari rumah, saya bosan, makanya saya main ke sini,” ungkap bocah kelas V SD ini.
Editor : Kholistiono

